Panggilan shalat (Adzan)
134. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Yahya bin Sa'id dia berkata, " Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkeinginan mengambil dua kayu yang dipukulkan untuk memanggil orang-orang melaksanakan shalat." Abdullah bin Zaid Al Anshari dari Bani Al Harits Al Khazraj bermimpi melihat dua kayu. Lalu ia pun berkata, "Sungguh, dua kayu ini persis sebagimana yang diinginkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam!" Dikatakan, "Apakah kamu tidak mengumandangkan adzan untuk shalat." Setelah bangun ia pun mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu ia menyebutkan apa yang ia lihat dalam mimpinya. Setelah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk diadakannya adzan."
135. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Atha` bin Yazid Al Laitsi dari Abu Sa'id Al Khudri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila kalian mendengar adzan, maka ucapkankan seperti yang diucapkan Muadzdzin."
136. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Sumayya budak Abu Bakar bin Abdurrahman dari Abu Shalih As Samman dari Abu Hurairah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jikalau manusia tahu pahala yang ada dalam adzan dan shaf pertama kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan undian, niscaya mereka akan mengundi. Jika saja mereka tahu pahala bersegera (mendatangi shalat), niscaya mereka akan berlomba-lomba. Jika saja mereka mengetahui apa yang ada pada shalat isya dan shalat subuh, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak."
137. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Al 'Ala` bin Abdurrahman bin Ya'qub dari bapaknya dan Ishaq bin Abdullah keduanya mengabarinya, mereka berdua telah mendengar Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila shalat telah dimulai, maka jangan mendatanginya dengan berlari. Datangilah shalat dengan tenang. Shalatlah pada rakaat yang kalian dapati. Dan sempurnakan yang kalian tertinggal. Karena salah seorang dari kalian dalam hitungan shalat selama ia munuju shalat."
138. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Sha'sha'ah Al Anshari Al Mazini dari Bapaknya ia mengabarkan kepadanya, bahwa Abu Sa'id Al Khudri pernah berkata kepadanya, "Saya melihatmu menyukai kambing dan padang rumput. Jika kamu berada di antara kambingmu atau padang rumputmu, maka kumandangkan adzan dan keraskanlah suaramu. Karena tidak ada yang mendengar suara muaddzin baik itu jin, manusia ataupun yang lainnya, kecuali mereka akan bersaksi padanya pada Hari Kiamat." Abu Sa'id berkata, "Saya mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."
139. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila dikumandangkan adzan, maka setan berlari terkentut-kentut hingga dia tidak lagi mendengarnya. Jika adzan telah selesai, dia kembali lagi. Kemudian ketika dikumandangkan iqamat, dia lari dan kembali lagi setelah iqamah selesai dikumandangkan. Lalu ia membisiki hati seseorang seraya berkata; 'Ingatlah ini, ingatlah itu' sesutau yang sebelumnya tidak terpikirkan olehnya. Sehingga orangyang shalat tersebut tidak sadar berapa rakaat dia telah shalat."
140. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Hazm bin Dinar dari Sahal bin Sa'ad As Sa'idi dia berkata, "Ada dua waktu yang di dalamnya dibukakan pintu-pintu langit, dan sedikit orang yang tertolak doanya; saat adzan dan saat berperang di jalan Allah."
Apakah panggilan (adzan) dihari jumat dilakukan sebelum masuknya waktu
141. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari pamannya, Abu Suhail bin Malik dari Bapaknya dia berkata; "Saya tidak mengetahui satupun dari apa yang diamalkan orang-orang kecuali seruan (adzan) untuk shalat."
142. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' Abdullah bin Umar mendengar iqamat ketika berada di Baqi', lalu dia bersegera menuju masjid."
Adzan ketika safar dan dengan tanpa wudhu’
143. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi', bahwa Abdullah bin Umar mengumandangkan adzan shalat pada suatu malam yang dingin dan berangin. Dalam adzannya dia membaca; "SHALLUU FIRRIHAAL (Shalatlah kalian di rumah) ." Kemudian dia mengatakan; " Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah pada malam yang sangat dingin dan turun hujan memerintahkan muaddzin untuk membaca, "SHALLUU FIRRIHAAL (Shalatlah kalian dirumah) ."
144. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi', bahwa Abdullah bin Umar ketika dalam perjalanan hanya mengumandangkan iqamat saja kecuali dalam shalat subuh. Dia mengumandangkan adzan dan iqamat dalam shalat tersebut. Dia berkata; "Hanyasanya adzan itu untuk imam (di masjid) yang diselenggarakan shalat berjama'ah."
145. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Hisyam bin Urwah bahwa Bapaknya berkata kepadanya, "Jika kamu dalam sebuah perjalanan, sementara kamu ingin adzan dan iqamat, maka lakukanlah. Dan jika mau, kamu boleh iqamat saja tanpa adzan." Yahya berkata, "Saya mendengar Malik berkata, "Tidak mengapa seorang laki-laki mengumandangkan adzan, meskipun ia di atas kendaraannya."
146. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari Sa'id bin Musayyab dia berkata, "Barangsiapa shalat di sebidang tanah, niscaya malaikat shalat di sebelah kanan dan kirinya. Jika ia mengumandangkan adzan dan iqamat, atau iqamat saja, niscaya para Malaikat shalat di belakangnya seperti gunung."
Jarak antara sahur dan adzan subuh
147. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abdullah bin Dinar dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Bilal mengumandangkan Adzan di malam hari, maka makan dan minumlah kalian hingga Abdullah bin Ummi Maktum mengumandangkan adzan."
148. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan di malam hari, makan dan minumlah kalian hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan." Salim bin Abdullah berkata, "Abdullah bin Ummi Maktum adalah seorang laki-laki buta, ia tidak mengumandangkan adzan hingga dikatakan padanya, 'subuh telah tiba, subuh telah tiba'."
149. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah dari Abdullah bin Umar, bahwa jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memulai shalat, beliau mengangkat kedua tangannya setinggi kedua bahunya. Jika bangkit dari rukuk, beliau juga mengangkat kedua tangannya seraya membaca doa: "SAMI'A ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANAA WALAKAL HAMDU (Allah Maha Mendengar terhadap siapa yang memuji-Nya. Wahai Rabb kami, hanya bagi-Mu segala pujian) ." Tetapi beliau tidak melakukan hal itu saat sujudnya."
150. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Ali bin Husain bin Ali bin Abu Thalib berkata, "Dalam shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertakbir saat akan bangkit dan turun. Beliau selalu melakukannya hingga meninggal dunia."
151. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari Sulaiman bin Yasar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya dalam shalat."
152. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf bahwa Abu Hurairah pernah mengimami mereka shalat. Lalu ia bertakbir setiap kali turun dan bangkit. Ketika selesai shalat ia berkata, "Demi Allah, aku adalah orang yang shalat paling mirip dengan shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."
153. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah, bahwa Abdullah bin 'Umar bertakbir dalam shalatnya setiap kali turun dan bangkit."
154. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi', bahwa Abdullah bin Umar apabila memulai shalat, ia mengangkat kedua tangannya setinggi bahu. Dan jika mengangkat kepalanya dari rukuk, ia mengangkat kedua tangannya lebih rendah daripada itu."
155. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Nu'aim Wahab bin Kaisan dari Jabir bin Abdullah, Bahwasanya dia telah mengajarkan mereka bertakbir dalam shalat." Ia berkata, "Beliau (Rasulullah) menyuruh kami untuk bertakbir setiap kali turun dan bangkit."
156. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab ia berkata; "Apabila seorang laki-laki telah mendapatkan rukuk, lalu dia bertakbir dengan sekali takbir, maka telah cukup baginya dengan takbir itu." Malik berkata berkata, "Yang demikian itu jika dia meniatkan takbirnya untuk memulai (membuka) shalat."
Bacaan Maghrib dan Isyak'
157. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im dari Bapaknya ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca surat Ath Thur dalam shalat maghrib."
158. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud dari Abdullah bin 'Abbas, bahwa Ummul Al Fadl binti Al Harits mendengarnya membaca, "WALMURSALAATI 'URFA." Umul Al Fadl binti Al Harits berkata, "Wahai anakku! Dengan kamu membaca surat ini, kamu telah mengingatkanku, bahwa itu adalah surat terakhir yang pernah aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau membaca surat tersebut dalam shalat maghrib."
159. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu 'Ubaid mantan budak Sulaiman bin Abdul Malik, dari Ubadah bin Nusai dari Qais bin Al Harits dari Abu Abdullah Ash Shunabihi ia berkata; "Aku datang ke Madinah pada masa kekhilafahan Abu Bakar As Shiddiq . Lalu aku shalat maghrib di belakangnya, dia membaca Ummul Qur'an pada dua rakaat pertama dan surat-surat Al Mufashshal yang pendek. Kemudian dia berdiri menuju rakaat yang ketiga, lalu aku mendekat kepadanya hingga kainku hampir menempel pakaiannya. Aku mendengar ia membaca Ummul Qur'an dan ayat ini; '(Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami Rahmat dari sisi Engkau; Karena Engkau-lah Maha pemberi (karunia) '." (Qs. Ali Imran: 8) .
160. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi', bahwa Abdullah bin Umar apabila shalat sendirian, ia membaca pada semua rakaat yang empat. Pada setiap rakaat ia membaca Ummul qur'an dan salah satu surat dari Al Qur'an. Dan terkadang ia membaca dua atau tiga surat dalam satu rakaat dalam shalat fardlu. Pada dua rakaat dalam shalat maghrib ia juga membaca Ummul Qur'an dan surat."
161. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari 'Adi bin Tsabit Al Anshari dari Al Barra bin 'Azib dia berkata; "Saya shalat isya bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau membaca: WATT-TIIN WAZZAITUN (Demi Buah Tin dan Demi Buah Zaitun) ."
Yang perlu diperhatikan saat membaca
162. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi' dari Ibrahim bin Abdullah bin Hunain dari Bapaknya dari Ali bin Abu Thalib, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang memakai sutra, memakai cincin emas dan membaca Al qur'an saat rukuk".
163. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari Muhammad bin Ibrahim bin Al Harits At Taimi dari Abu Hazm At Tammar dari Al Bayadli, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemui orang-orang ketika mereka sedang shalat. Mereka mengeraskan bacaan di dalamnya, maka beliau bersabda: "Sesungguhnya orang yang shalat itu sedang bermunajat kepada Rabbnya, maka lihatlah apa yang dia bisikkan. Janganlah sebagian dari kalian mengeraskan bacaannya atas sebagian yang lain! "
164. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Humaid At Thawil dari Anas bin Malik dia berkata; "Saya pernah shalat di belakang Abu Bakar, Umar dan Utsman, mereka semua tidak membaca; BISMILLAHI AR-RAHMAN AR-RAHIM ketika mengawali shalat."
165. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari pamannya Abu Suhail bin Malik dari Bapaknya dia berkata; "Saya mendengar bacaan Umar bin Khatthab di rumah Abu Jahm ketika di Balath."
166. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi', bahwa apabila Abdullah bin Umar tertinggal dari imam pada beberapa rakaat yang dikeraskan bacaannya, maka ketika imam salam, dia berdiri dan membaca sendiri pada rakaat yang tertinggal dengan membacanya agak keras."
167. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yazid bin Ruman berkata; "Saya shalat di samping Nafi' bin Jubair bin Muth'im . Dia berisyarat kepadaku (agar aku membetulkan bacaanya) . Akupun membetulkan bacaannya, padahal kami sedang shalat."
Bacaan shalat subuh
168. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya, bahwa Abu Bakar As Shidiq shalat subuh. Dia membaca surat Al Baqarah dalam dua rakaat tersebut.
169. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya Bahwasanya ia mendengar Abdullah bin 'Amir bin Rabi'ah berkata; "Kami shalat subuh di belakang Umar bin Khatthab . Dia membaca Surat Yusuf dan surat Al Haj dengan bacaan yang pelan." Saya berkata; "Demi Allah, kalau begitu dia berdiri shalat sampai munculnya fajar." Abdullah bin 'Amir menjawab; "Benar."
170. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dan Rabi'ah bin Abu Abdurrahman dari Al Qasim bin Muhammad bahwa Al Furafishah bin 'Umair Al Hanafi berkata; "Tidaklah aku hafal Surat Yusuf melainkan dari bacaan Utsman bin Affan pada shalat subuh, karena seringnya dia mengulanginya."
171. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi', bahwa ketika dalam perjalanan pada shalat subuh, Abdullah bin Umar membaca sepuluh surat yang pertama dari kelompok surat Al Mufashshal. Dan dalam setiap rakaat ia membaca Al Fatihah dan surat."
Ummul Quran (Al-fatihah)
172. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Al 'Ala` bin Abdurrahman bin Ya'qub bahwasanya Abu Sa'id mantan budak 'Amir bin Kuraiz, mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memanggil Ubay bin Ka'ab yang sedang melaksanakan shalat. Tatkala dia telah selesai, dia menyusul beliau. Beliau memegang tangan Ubay bin Ka'ab ketika hendak keluar dari pintu Masjid. Beliau bersabda: "Saya berharap kamu tidak keluar dahulu, hingga kamu mendengar surat yang Allah tidak menurunkan yang semisalnya baik dalam Taurat, Injil maupun Al Quran " Ubay bin Ka'ab berkata; "Saya memperlambat jalanku, mengharap hal itu. Kemudian saya bertanya; "Wahai Rasulullah, mana surat yang telah anda janjikan kepadaku?" Beliau bersabda: "Apa yang kamu baca ketika kamu mengawali shalat?" Ubay bin Ka'ab menjawab; "Saya membaca; 'ALHAMDU LILLAHI RABBIL 'AALAMIIN' hingga akhir." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Itulah surat As Sab'u Al Matsani dan Al qur'an Agung yang diberikan kepadaku."
173. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Nu'aim Wahab bin Kaisan Bahwasanya ia mendengar Jabir bin Abdullah berkata; "Barangsiapa shalat satu rakaat dengan tidak membaca Ummul qur'an (Al Fatihah) di dalamnya, maka janganlah dia kerjakan kecuali di belakang imam."
Bacaan di belakang imam ketika imam membaca nyaring
174. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Al 'Ala bin Abdurrahman bin Ya'qub Bahwasanya ia mendengar Abu As Sa`ib mantan budak Hisyam bin Zuhrah berkata; Saya mendengar Abu Hurairah berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa shalat namun tidak membaca Ummul qur'an (Al Fatihah) di dalamnya, maka shalatnya kurang, shalatnya kurang, shalatnya kurang dan tidak sempurna." Abu As Sa`ib berkata, "Lalu saya berkata, "Wahai Abu Hurairah, aku terkadang shalat di belakang imam, " Abu As Sa`ib berkata, "Abu Hurairah langsung memegang lenganku seraya berkata, "Bacalah dalam hatimu, Wahai orang Persi', karena saya telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Tabaraka Wa Ta'ala berfirman, 'Aku membagi antara diri-Ku dan hamba-Ku dengan dua paruh, separuh untukku dan separuh lainnya untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dia yang minta.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bacalah: ALHAMDU LILLAHI RABBIL 'AALAMIIN. Allah Tabaraka Wa Ta'ala berfirman; 'Hamba-Ku telah memuji-Ku'. Jika seorang hamba membaca; AR-RAHMAANIR RAHIIM. Allah Tabaraka Wa Ta'ala berfirman; 'Hamba-Ku telah memuji-Ku.' Jika seorang hamba membaca; MALIKI YAUMIDDIIN. Allah berfirman; 'Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku'. Jika seorang hamba membaca; 'IYYAAKA NA'BUDU WA IYYAAKA NASTA'IIN'. Ayat ini antara Aku dengan hamba-Ku, dan untuknya apa yang dia minta." Jika seorang hamba membaca, 'IHDINAS SHIRAATHAL MUSTAQIIM, SHIRAATHAL LADZIINA AN'AMTA 'ALAIHIM GHAIRIL MAGHDLUUBI 'ALAIHIM WALAD DLAALLIIN', itu semua untuk hamba-Ku dan baginya apa yang dia minta."
175. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya, Bahwasanya dia membaca di belakang imam pada shalat yang bacaannya tidak dibaca keras oleh imam."
176. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari Rabi'ah bin Abu Abdurrahman, bahwa Al Qasim bin Muhammad membaca di belakang imam, pada shalat yang bacaannya tidak dibaca keras oleh imam."
177. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yazid bin Ruman bahwasanya Nafi' bin Jubair bin Muth'im, ia membaca di belakang imam, pada bacaan yang imam tidak mengeraskannya." Malik berkata; "Itu yang paling saya sukai dari apa yang telah saya dengar."
Tidak membaca di belakang imam yang membaca nyaring
178. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi' bahwa Abdullah bin Umar ketika ditanya, "Apakah seseorang membaca di belakang imam?" Ia menjawab, "Jika salah seorang dari kalian shalat di belakang imam, cukuplah baginya bacaan imam. Jika dia shalat sendirian, hendaklah dia membaca." Nafi' berkata; "Abdullah bin Umar tidak membaca (Al Fatihah) di belakang imam."
(Imam Malik) berkata: menurut kami seorang laki-laki harus membaca di belakang imam untuk shalat yang tidak dikeraskan bacaannya
179. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari Ibnu Ukaimah Al Laitsi dari Abu Hurairah, bahwa ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai dari shalat yang dikeraskan bacaannya. Beliau bersabda: "Apakah salah seorang dari kalian tadi ada yang membaca bersamaku?" Ada seorang laki-laki yang menjawab, "Saya, Wahai Rasulullah! " Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Aku katakan (heran) kenapa aku diselisihi saat membaca Al Qur'an! ' Maka, setelah mereka mendengar (hadits) itu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam orang-orang berhenti membaca dalam shalat yang dikeraskan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Membaca aamiin di belakang imam
180. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari Sa'id bin Musayyab dan Abu Salamah bin Abdurrahman keduanya mengabarkan kepadanya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila imam membaca AAMIIN, maka ucapkanlah AAMIIN. Barangsiapa yang bacaan AAMIIN-nya bersamaan dengan AAMIN-nya Malaikat, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." Ibnu Syihab berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca AAMIIN."
181. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Sumayya budak Abu Bakar dari Abu Shalih As Samman dari Abu Hurairah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila iImam mengucapkan, GHAIRIL MAGHDLUUBI 'ALAIHIM WALAD DLAALLIIN, maka ucapkan, AAMIIN. Barangsiapa yang bacaanya tersebut bertepatan dengan bacaan Malaikat, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
182. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian mengucapkan AMIN, dan para Malaikat di langit juga mengucapkannya, hingga keduanya serentak niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
183. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Sumayya mantan budak Abu Bakar, dari Abu Shalih As Samman dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila imam membaca: SAMI'A ALLAHU LIMAN HAMIDAH, maka bacalah, RABBANAA WALAKAL HAMDU. Barangsiapa ucapannya bertepatan dengan doa para Malaikat, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
Yang perlu diperhatikan saat duduk dalam shalat
184. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Muslim bin Abu Maryam dari Ali bin Abdurrahman Al Mu'awi dia berkata; " Abdullah bin Umar melihatku bermain-main dengan kerikil dalam shalat. Tatkala telah selesai, dia melarangku dan berkata, "Lakukanlah sebagaimana yang dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam! " Saya bertanya, "Apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" Dia menjawab, "Jika beliau duduk dalam shalat, beliau meletakkan tangan kanannya di atas paha kanannya, menggenggam semua jari-jarinya dan berisyarat dengan jari telunjuknya. Dan beliau juga meletakkan tangan kirinya di atas paha kirinya." Abdullah bin Umar berkata; "Beginilah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukannya."
185. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdullah bin Dinar Bahwasanya ia mendengar, ada seorang laki-laki yang shalat di sisi Abdullah bin Umar . Takala laki-laki itu duduk di rakaat ke empat, dia duduk dengan kaki bersilang di bawah paha dan menjongkokkan kedua kakinya. Tatkala Abdullah telah selesai, dia mencela perbuatan laki-laki itu. Orang itu berkata; "Kamu juga melakukan itu." Abdullah bin Umar menjawab, "Karena kakiku sakit."
186. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Shadaqah bin Yasar dari Al Mughirah bin Hakim dia melihat Abdullah bin Umar bertopang pada kedua telapak kakinya setiap kali mengangkat kepalanya dari sujud. Tatkala selesai, ada orang yang menanyakan hal itu. Dia menjawab; "Sesungguhnya itu bukan sunnah dalam shalat. Saya melakukannya karena kakiku sakit."
187. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdurrahman bin Al Qasim dari Abdullah bin Abdullah bin Umar dia mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah melihat Abdullah bin Umar duduk dengan kaki bersilang di bawah paha dalam shalat, Abdurrahman bin Al Qasim berkata; "Saya melakukannya ketika saya masih kecil. lantas Abdullah melarangku. Kemudian ia berkata; "Sunah dalam shalat adalah, menegakkan kaki kananmu dan menghamparkan kaki kirimu." Saya bertanya, "Kenapa kamu melakukan?" ia menjawab, "Karena kedua kakiku sudah tidak kuat lagi."
188. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Yahya bin Sa'id, bahwa Al Qasm bin Muhammad memperlihatkan kepada mereka cara duduk tasyahud. Dia menegakkan kaki kanannya, menghamparkan kaki kirinya dan duduk di atas pangkal paha yang kiri, dan ia tidak duduk di atas telapak kakinya. Lalu ia berkata, " Abdullah bin Abdullah bin Umar telah memperlihatkan ini kepadaku, dan ia katakan kepadaku bahwa bapaknya melakukan hal itu."
Tasyahhud ketika shalat
189. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari Urwah bin Az Zubair dari Abdurrahman bin Abdin Al Qari Bahwasanya ia mendengar Umar bin Khatthab di atas mimbar mengajarkan tasyahud kepada orang-orang. Umar berkata, "Bacalah: 'ATTAHIYYAATU LILLAHI AZZAKIYAATU LILLAHI AT THAYYIBAAT ASHSHALAWAATU LILLAHI ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH, ASSALAMU 'ALAINAA WA 'ALAA 'IBAADILLAH ASH-SHAALIHIIN. ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHU WA RASUULUH (Segala penghormatan yang suci hanya milik Allah, shalawat yang baik hanya milik Allah. Keselamatan bagimu wahai Nabi dan Rahmat Allah dan barakah-Nya, keselamatan bagi kami dan Hamba Hamba Allah yang Shalih. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan -yang berhak diibadahi- selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah) '."
190. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi', bahwa Abdullah bin Umar bertasyahud dengan membaca: BISMILLAHIT TAHIYYAATI LILLAH ASHSHALAAWATU LILLAHIZ ZAAKIYAATU LILLAAH. ASSALAAMU 'ALAN NABIYYI WARAHMATULLAHI WABARAKAATUH. ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALAA 'IBAADILLAHISH SHAALIHIIN. SYAHIDTU AN LAA ILAAHA ILLALLAH, SYAHIDTU ANNA MUHAMMADAR RASULAULLAH. (Dengan nama Allah, semua kemuliaan hanya milik Allah dan shalawat yang suci hanya milik Allah, kesalamatan bagimu wahai Nabi serta Rahmat Allah dan barakah-Nya. Kesalamatan atas kami dan hamba-hamba Allah yang Shalih. Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan -yang berhak untuk disembah- selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah) . Abdullah bin Umar membaca ini pada dua rakaat yang pertama dan berdoa jika telah selesai tasyahhud dengan doa yang ada padanya. Jika dia duduk pada akhir shalatnya, maka dia duduk seperti itu juga, hanya saja dia mendahulukan tasyahhud kemudian baru berdoa. Jika dia telah selesai tasyahud dan hendak salam, dia membaca: 'ASSALaAMU 'ALA ANNABI WARAHMATULLAHI WA BARAKAATUH. ASSALAAMMU 'ALAINAA WA 'ALAA 'IBAADILLAHISH SHALIHIIN (Keselamatan atas Nabi, rahmat Allah dan barakah-Nya. Keselamatan atas kami dan hamba hamba Allah yang Shalih) ', 'ASSALAAMU 'ALAIKUM ke sisi kanannya. Kemudian ia menjawab salam imam. Jika ada yang salam dari sisi kirinya dia juga menjawabnya."
191. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdurrahman bin Al Qasim dari Bapaknya dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Bahwasanya jika bertasyahud ia membaca: ATTAHIYYAATUT THAYYIBAATU ASHSHALAWAATU AZZAKIYYAATU LILLAAHI. ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU WA ANNA MUHAMMADAN ABDUHU WA RASUULUHU. ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAHI WA BARAKAATUH ASSALAAMU 'ALAINA WA'ALAA 'IBAADILLAAHIS SHAALIHIN ASSALAAMU 'ALAIKUM. (Kesejahteraan yang baik dan shalawat yang suci hanya milik Allah. Aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah satu-satunya dan tidak sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Kesalamatan bagimu, wahai Nabi serta Rahmat Allah dan barakah-Nya. Kesalamatan atas kami dan hamba hamba Allah yang Shalih. Semoga keselamatan atas kalian) ."
192. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id Al Anshari dari Al Qasim bin Muhammad ia mengabarkan bahwa Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam jika tasyahhud membaca; ATTAHIYYAATUT THAYYIBAATU ASHSHALAWAATU AZZAKIYYAATU LILLAAHI. ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ABDULLAHI WA RASUULUH. ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAHI WA BARAKAATUH ASSALAAMU 'ALAINA WA'ALAA 'IBAADILLAAHIS SHAALIHIIN ASSALAAMU 'ALAIKUM. (Kesejahteraan yang baik dan shalawat yang suci hanya milik Allah. Aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah satu-satunya dan tidak sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Kesalamatan bagimu, wahai Nabi serta Rahmat Allah dan barakah-Nya. Kesalamatan atas kami dan hamba hamba Allah yang Shalih. Semoga keselamatan atas kalian) ."
193. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dia bertanya kepada Ibnu Syihab dan Nafi' mantan budak Ibnu Umar, tentang seorang laki-laki yang masuk shalat jama'ah dan tertinggal satu rakaat. Apakah dia bertasyahhud bersama imam pada rakaat kedua dan keempat, meskipun itu adalah rakaat ganjil baginya? Keduanya menjawab, "Suruh agar dia bertasyahhud bersama imam." Malik berkata, "Itulah pendapat kami."
Ancaman mengangkat kepala sebelum imam
194. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Muhammad bin 'Amru bin Alqamah dari Malih bin Abdullah As Sa'di dari Abu Hurairah ia berkata, "Orang yang mengangkat dan menurunkan kepalanya sebelum imam, maka ubun-ubunnya berada di genggaman setan."
Yang harus dilakukan bagi orang yang salam karena lupa, ketika baru dua rakaat
195. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ayyub bin Abu Tamimah As Sakhtiyani dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah, bahwasanya pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berlalu pada dua rakaat. Dzul Yadain bertanya, "Apakah anda mengqashar shalat atau lupa, Wahai Rasulullah?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Apakah Dzul Yadain benar?" para sahabat menjawab, "Ya benar." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lantas berdiri menyempurnakan dua rakaat lainnya, kemudian salam dan bertakbir dan sujud seperti sujud biasanya atau agak lama. Lantas beliau bangkit, lalu bertakbir, lalu bersujud seperti biasanya atau agak lama. Kemudian beliau bangun kembali."
196. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Daud bin Al Hushain dari Abu Sufyan mantan budak Ibnu Abu Ahmad, ia berkata; Saya mendengar Abu Hurairah berkata, " Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat asar, lalu beliau salam pada rakaat yang kedua. Dzul Yadain pun berdiri dan bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah anda mengqashar shalat atau lupa?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Keduanya tidak." Dzul Yadain berkata, "Tapi itu terjadi, wahai Rasulullah! " Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menghadap orang-orang dan bertanya: "Apakah Dzul Yadain benar?" mereka menjawab, "Ya benar." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun berdiri dan menyempurnakan shalat yang tersisa, setelah itu beliau sujud dengan dua sujud setelah salam, dan beliau dalam keadaan duduk."
197. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Abu Bakar bin Suliman bin Abu Hatsmah berkata; telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat dua rakaat antara shalat dzuhur atau asar, kemudian beliau salam pada dua rakaat. Dzus Syimalain bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah anda mengqashar shalat atau memang lupa?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Saya tidak mengqashar shalat dan tidak juga lupa." Dzus Syimalain berkata, "Wahai Rasulullah, salah satunya telah terjadi." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menghadap orang-orang dan bertanya: "Apakah Dzul Yadain benar?" mereka menjawab, "Ya benar, wahai Rasulullah." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian menyempurnakan shalat yang tersisa, setelah itu salam." Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Sa'id bin Musayyab dan dari Abu Salamah bin Abdurrahman seperti dalam hadits tersebut.
Menyempurnakan shalat jika ragu dalam shalatnya
198. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Zaid bin Aslam dari Atha bin Yasar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya, tidak tahu berapa rakaat dia telah shalat, apakah empat atau tiga? maka hendaklah dia shalat (lagi) satu rakaat, kemudian dia sujud dua kali sebelum salam. Jika rakaat yang dia kerjakan adalah yang kelima, dia telah menggenapkannya dengan dua sujud tadi. Jika itu adalah yang keempat maka itu untuk menghinakan setan."
199. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Umar bin Muhammad bin Zaid dari Salim bin Abdullah bahwasanya Abdullah bin Umar berkata; "Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya, hendaklah dia mencari apa yang diyakini bahwa dia telah lupa dalam shalatnya, kemudian hendaklah ia mengerjakannya lalu sujud sahwi dua kali ketika dia masih duduk."
200. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Afif bin 'Amr As Sahm dari Atha bin Yasar ia berkata, "Saya telah bertanya kepada Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash dan Ka'b Al Akhbar tentang seorang laki-laki yang ragu dalam shalatnya, apakah dia telah shalat tiga atau empat rakaat. Keduanya menjawab; "Suruh dia shalat satu rakaat kemudian sujud dua kali saat masih duduk."
201. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' bahwa Abdullah bin Umar ketika ditanya tentang lupa dalam shalat, dia menjawab, "Hendaknya salah seorang dari mencari apa yang ia yakini telah lupa, lalu sempurnakanlah shalatnya."
Berdiri setelah shalat sempurna atau ketika baru dua rakaat
202. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari Al A'raj dari Abdullah bin Buhainah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat dua rakaat bersama kami. Kemudian beliau langsung berdiri tanpa duduk, sementara orang-orang tetap mengikuti beliau berdiri. Tatkala beliau selesai shalat dan kami melihat salamnya, beliau takbir kemudian sujud dua kali sebelum salam, setelah itu salam dan masih dalam keadaan duduk."
203. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari Abdurrahman bin Hurmuz dari Abdullah bin Buhainah dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat zhuhur bersama kami. Beliau berdiri pada rakaat yang kedua dan tidak duduk di dalamnya. Tatkala selesai shalat, beliau sujud dengan dua kali sujud, kemudian salam setelahnya."
Melihat sesuatu yang menyibukkan ketika shalat
204. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Alqamah bin Abu Alqamah dari Ibunya, bahwa Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Abu Jahm bin Hudzaifah menghadiahkan baju dari Syam yang ada gambarnya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau melihatnya dalam shalat. Tatkala selesai shalat beliau bersabda: "Kembalikan baju ini kepada Abu Jahm, karena aku melihat gambarnya dalam shalat dan hampir menjadi fitnah bagiku."
205. Telah menceritakan kepadaku Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memakai baju yang ada lukisannya, kemudian beliau memberikannya kepada Abu Jahm dan mengambil jaket kulit milik Abu Jahm. Abu Jahm bertanya, "Kenapa Wahai Rasulullah?" beliau menjawab: "Saya melihat lukisannya dalam shalat."
206. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdullah bin Abu Bakar bahwa Abu Thalhah Al Anshari pernah shalat di kebunnya, maka ada belalang yang terbang dan bingung mencari jalan keluar hingga Abu Thalhah terheran-heran dan matanya tertuju padanya sesaat. Dia kembali pada shalatnya dan dia tidak tahu berapa rakaat yang telah ia kerjakan?" Dia lalu berujar, "Sungguh, saya telah sibuk dengan hartaku, ini adalah fitnah." Kemudian dia menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan menceritakan tentang fitnah yang telah menimpanya di kebun. Dia katakan, "Wahai Rasulullah! Kebun ini saya sedekahkan untuk Allah. Aturlah sesesuai kemauan anda."
207. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdullah bin Abu Bakar, bahwa ada seorang laki-laki Anshar yang shalat di kebunnya di Al Quf -sebuah lembah yang ada di Madinah- pada musim kurma yang menjulang buahnya dan layak panen. Laki-laki itu memperhatikan buah kurma tersebut hingga membuatnya taajub, kemudian ia kembali pada konsentrasi shalatnya, namun ternyata dia tidak tahu berapa rakaat yang telah dia kerjakan?" Kemudian dia berkata, "Sungguh, saya telah tertimpa musibah dengan hartaku, ini adalah fitnah." Laki-laki itu kemudian menemui Utsman bin Affan yang waktu itu menjadi Khalifah. Dia menceritakan hal itu, dia katakan, "Kebun itu saya sedekahkan, maka gunakanlah di jalan kebenaran." Utsman bin Affan menjualnya dengan lima puluh ribu, hingga harta itu diberi nama Al khamsin (limapluh ribu) ."
Yang perlu diperhatikan ketika lupa
208. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian berdiri shalat, setan datang kepadanya, menggodanya hingga dia tidak tahu berapa rakaat yang telah dia kerjakan. Jika kalian mendapatkan hal itu, maka sujudlah dua kali saat masih duduk"
Yang perlu diperhatikan saat mandi jumat
209. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Sumayya mantan budak Abu Bakar bin Abdurrahman, dari Abu Shalih As Samman dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mandi hari Jumat seperti mandi janabat lalu berangkat pada waktu yang pertama, maka seakan ia telah berkurban dengan seekor unta. Barangsiapa berangkat pada waktu yang kedua, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor sapi. Barangsiapa berangkat pada waktu yang ketiga, maka seakan dia berkurban dengan seekor kambing. Barangsiapa berangkat pada waktu yang keempat, maka seakan dia berkurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa berangkat pada waktu yang kelima, maka seakan dia berkurban dengan sebutir telur. Maka jika imam telah datang, para malaikat hadir untuk mendengarkan khutbah."
210. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Sa'id Abu Abu Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah dia berkata; "Mandi besar (mandi junub) pada hari jumat hukumnya adalah wajib bagi setiap orang yang telah mimpi basah."
211. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah ia berkata; "Ada seorang laki-laki dari sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke dalam masjid pada hari Jumat, saat itu Umar bin Khatthab sedang berkhutbah. Umar bin Khattab lalu bertanya, "Jam berapa ini! " Laki-laki itu menjawab, "Wahai Amirul Mukminin, saya baru kembali dari pasar, kemudian aku mendengar adzan. Dan aku tidak sempat melakukan apapun kecuali hanya berwudlu." Umar berkata, "Hanya berwudhu saja! " Bukankah kamu tahu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyuruh untuk mandi."
212. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Shafwan bin Sulaim dari Atha bin Yasar dari Abu Sa'id Al Khudri, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mandi hari Jumat wajib bagi setiap orang yang telah mimpi basah."
213. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian hendak mendatangi Jumat, hendaklah dia mandi."
Diam di hari jumat saat imam menyampaikan khutbah
214. Telah menceritakan kepadaku dari Yahya dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila kamu berkata pada saudaramu; 'Diamlah! ' ketika imam sedang berkhutbah, niscaya kamu telah berbuat sia-sia."
215. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Tsa'labah bin Abu Malik Al Qurazhi ia mengabarkan, bahwa mereka melaksanakan shalat jumat pada masa Umar bin Khatthab ketika Umar telah keluar. Jika Umar telah keluar dan duduk di atas mimbar, Muaddzin mengumandangkan adzan." Tsa'labah berkata, "Kami masih duduk mengobrol, jika muaddzin telah diam dan Umar berdiri berkhutbah, maka kami pun diam dan tidak ada seorangpun yang berbicara." Ibnu Syihab berkata; "Keluarnya imam menghentikan shalat, dan khutbahnya menghentikan pembicaraan."
216. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Nadlr mantan budak Umar bin Ubaidullah, dari Malik bin 'Amir bahwa Utsman bin Affan pernah berkata dalam khutbahnya, dan jarang sekali ia meninggalkan dalam berkhutbah; "Jika seorang imam telah berdiri berkhutbah pada Hari Jum'at, maka dengarkanlah dan diamlah. Sesungguhnya orang yang diam tetapi tidak mendengarkan, pahalanya tidak sama dengan orang yang diam dan tetap mendengarkan. Jika shalat hendak ditegakkan, maka luruskanlah shaf dan rapatkan antara bahu dengan bahu. Sesungguhnya lurusnya shaf termasuk bagian dari sempurnanya shalat." Umar tidak bertakbir hingga orang-orang yang diberi tugas untuk meluruskan shaf datang mengabarkan kepadanya, bahwa shaf telah lurus. Setelah itu ia pun bertakbir."
217. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi', bahwa Abdullah bin Umar melihat dua orang laki-laki yang mengobrol ketika imam sedang berkhutbah pada Hari Jum'at. Maka ia pun melemparnya dengan kerikil agar mereka berdua diam."
Seorang laki-laki bersin di hari jumat saat imam khutbah, lalu ada yang menjawab bersinnya
218. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dia bertanya kepada Ibnu Syihab tentang berbicara pada Hari Jumat, ketika imam telah turun dari mimbar sebelum bertakbir. Ibnu Syihab menjawab; "Yang demikian itu tidak masalah."
Bergegas ke masjid pada hari jumat
220. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dia bertanya kepada Ibnu Syihab tentang firman Allah Azza Wa Jalla: '(Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian dipanggil untuk shalat di hari Jumat maka bersegerlah menuju dzikir kepada Allah..)" Qs. Al Jumu'ah: 9) Ibnu Syihab berkata; " Umar bin Al Khattahab membacanya dengan; 'Apabila kalian dipanggil untuk shalat maka berlalulah menuju Dzikir kepada Allah'."
Waktu-waktu maqbul ketika hari jumat
221. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan pada hari Jumat dengan bersabda: "Di dalamnya terdapat satu waktu, tiada seorang hamba muslim yang menepatinya dengan berdiri shalat memohon sesuatu pada Allah, melainkan Allah pasti akan memberi apa yang dia minta." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lantas memberi isyarat dengan tangannya untuk menunjukkan sedikitnya waktu tersebut."
222. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yazid bin Abdullah bin Al Had dari Muhammad bin Ibrahim bin Al Harits At Taim dari Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf dari Abu Hurairah dia berkata; "Aku keluar menuju bukit Thur, lalu aku bertemu dengan Ka'b Al Ahbar dan duduk bersamanya. Ka'b menceritakan kepadaku tentang Taurat, sedangkan aku menceritakan kepadanya apa yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Di antara yang aku ceritakan adalah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik hari yang matahari terbit di dalamnya adalah hari Jum'at. Pada hari tersebut Adam diciptakan dan diturunkan dari surga. Pada hari itu Adam diterima taubatnya. Pada hari itu Adam meninggal dunia, dan pada hari itu akan terjadi kiamat. Tiada seekor binatang melatapun kecuali akan mendengar, dari pagi sampai matahari terbit karena takut dengan Hari Kiamat, kecuali jin dan manusia. Di dalamnya ada satu waktu, tiada seorang hamba muslim yang menepatinya dengan berdiri shalat, memohon sesuatu pada Allah, melainkan Allah pasti akan memberikan kepadanya apa yang dipinta." Ka'b bertanya, "Apakah hal itu terjadi hanya sekali saja dalam setahun?" Aku menjawab, "Bahkan terjadi dalam setiap Jum'at." Lalu Ka'b membaca Taurat dan berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam benar." Abu Hurairah berkata, "Aku kemudian bertemu Bashrah bin Abu Bashrah Al Ghifari, dia bertanya, "Dari mana kamu? ' Aku menjawab, "Dari bukit Thur." Dia berkata, "Kalau saja aku mendapatimu sebelum kamu keluar ke Thur, niscaya kamu tidak akan pergi. Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Tidaklah hewan tunggangan digunakan untuk perjalanan jauh kecuali menuju tiga masjid; Masjidil Haram, masjidku ini dan masjid Iliya`, atau Baitul Maqdis." Abu Hurairah berkata, "Kemudian aku bertemu Abdullah bin Salam dan aku ceritakan kepadanya tentang pertemuanku dengan Ka'b Al Ahbar dan apa yang kami perbincangkan di hari Jumat. Saya katakan, "Ka'b berkata, "Hal itu terjadi hanya sekali saja dalam setahun." Abdullah bin Salam berkata, "Ka'b telah berbohong! " Aku berkata, "Kemudian Ka'b membaca Taurat, lalu berkata, "Ya benar, yang demikian itu terjadi dalam setiap Jumat." Abdullah bin Salam berkata, "Ka'b benar." Kemudian dia berkata; "Sungguh saya tahu kapan itu?" Abu Hurairah berkata; "Saya meminta kepadanya, "Kabarkanlah kepadaku kapan itu terjadi dan jangan sembunyikan?" Abdullah bin Salam menjawab; "Itu adalah waktu terakhir di hari Jumat" Abu Hurairah berkata; "Lalu aku bertanya, "Bagaimana mungkin terjadi pada saat itu, sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seorang hamba muslim menepatinya dengan berdiri shalat', padahal di saat itu tidak boleh shalat di dalamnya? Abdullah bin Salam menjawab: "Bukankah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda: "Barangsiapa duduk menunggu shalat, maka dia dalam keadaan shalat hingga dia melaksanakan shalat'. Abu Hurairah menjawab; "Aku pun berkata, "Ya benar." Abdullah bin Salam berkata, "Itulah maksudnya."
Berpakaian sebaik mungkin, melangkahi barisan, menghadap imam saat jumat
223. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Yahya bin Sa'id telah sampai kabar kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apakah beratnya jika salah seorang dari kalian memakai dua baju untuk shalat Jum'at, selain dua baju yang dia pakai sehari hari."
224. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi', bahwa Abdullah bin Umar tidak berangkat shalat Jumat meliankan ia telah memakai minyak dan wewangian terlebih dahulu, kecuali jika wewangian itu haram."
225. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdullah bin Abu Bakar bin Hazm dari seseorang yang menceritakan kepadanya dari Abu Hurairah dia berkata; "Jika salah seorang dari kalian shalat di bawah terik panas, maka itu lebih baginya daripada hanya duduk, kemudian ketika khatib berdiri berkhutbah, dia pada hari jumat datang dengan melangkahi bahu orang-orang." Malik berkata; "Menurut kami yang disunahkan pada hari jum'at adalah, menghadap ke arah imam saat imam berkhutbah di manapun mereka berada, baik (imam) berada di arah qiblat ataupun tidak."
Bacaan shalat jumat, duduk ihtiba', dan meninggalkan jumatan tanpa alasan
226. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Dlamrah bin Sa'id Al-Mazini dari Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud, bahwa Ad Dlahhak bin Qais bertanya kepada Nu'man bin Basyir, "Apa yang dibaca Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada hari Jumat setelah surat Al Jumu'ah?" dia menjawab; "Beliau membaca: "HAL ATAAKA HADITSUL GHASYIYAH."
227. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Shafwan bin Sulaim, Malik berkata; "Saya tidak tahu apakah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam atau tidak? Yaitu perkataan, "Barangsiapa meninggalkan shalat Jumat tiga kali tanpa ada udzur dan alasan, niscaya Allah telah menutup hatinya."
228. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ja'far bin Muhammad dari Bapaknya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada hari jum'at berkhutbah dengan dua khutbah, dan beliau duduk di antara keduanya."
Motivasi shalat di bulan Ramadhan
229. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari Urwah bin Az Zubair dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa pada suatu malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat di masjid, dan orang-orang mengikutinya dari belakang. Pada malam berikutnya, beliau shalat lagi dan semakin banyak yang mengikutinya. Sehingga pada malam ketiga atau keempat, orang-orang berkumpul (di masjid) sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak kunjung keluar. Pada pagi harinya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saya tahu apa yang kalian lakukan, tidak ada yang menghalangiku untuk keluar kepada kalian, melainkan saya takut hal itu menjadi wajib bagi kalian." Hal itu terjadi pada bulan Ramadlan."
230. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menganjurkan shalat malam pada bulan Ramadlan dengan perintah yang tidak mewajibkan. Beliau bersabda: "Barangsiapa shalat malam Ramadlan, dengan penuh iman dan berharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." Ibnu Syihab berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meninggal dan perintahnya masih seperti itu. Begitu juga pada masa khalifah Abu Bakar dan pada masa khalifah Umar bin Khatthab."
Menghidupkan kegiatan Ramadhan
231. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Urwah bin Az Zubair dari Abdurrahman bin Abdul Al-Qari dia berkata; "Saya keluar bersama Umar bin Khattab ke masjid pada bulan Ramadlan. Ternyata orang-orang berpencar dalam beberapa kelompok. Ada yang shalat sendirian, ada juga yang shalat dengan diikuti jamaah. Umar berkata, "Demi Allah, sesungguhnya saya berpendapat, jika saya kumpulkan mereka dengan satu Qari', niscaya akan lebih utama." Akhirnya Umar pun memerintahkan agar mereka shalat bersama Ubay bin Ka'b (sebagai imam) . Abdurrahman berkata; "Saya keluar bersama Umar bin Khatthab pada hari yang lain, sedang orang-orang telah shalat dengan satu Qari' mereka. Umar berkata; "Sebaik-baik bid'ah adalah ini. Waktu yang kalian gunakan untuk tidur di dalamnya (maksudnya akhir malam) adalah lebih baik daripada yang kalian pergunakan untuk shalat (sekarang ini) . Saat itu orang-orang shalat pada awal malam."
232. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Muhammad bin Yusuf dari As-Sa`ib bin Yazid dia berkata, " Umar bin Khatthab memerintahkan Ubay bin Ka'ab dan Tamim Ad Dari untuk mengimami orang-orang, dengan sebelas rakaat." As Sa`ib berkata; "Imam membaca dua ratusan ayat, hingga kami bersandar di atas tongkat karena sangat lamanya berdiri. Dan kami tidak keluar melainkan di ambang fajar."
233. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yazid bin Ruman dia berkata; "Para sahabat pada masa Umar bin Khatthab mengerjakan shalat malam dua puluh tiga rakaat."
234. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Daud bin Al Hushain Bahwasanya ia mendengar Al A'raj berkata; "Saya tidak mendapatkan orang-orang melainkan mereka melaknat orang-orang kafir pada bulan Ramadlan." Al A'raj berkata; "Imamnya membaca surat Al Baqarah dalam delapan rakaat. Jika imam membacanya untuk dua belas rakaat, maka orang-orang akan mengatakan bahwa imam telah memeringan bacaan."
235. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdullah bin Abu Bakar berkata, saya mendengar Bapakku berkata; "Pada bulan ramadlan kami keluar (selesai dari shalat) segera mempersiapkan makanan karena takut datangnya fajar."
236. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya bahwa Dzakwan Abu 'Amru pernah menjadi budak Aisyah, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian 'Aisyah menjanjinkannya merdeka ketika ia telah meninggal. Dzakwan kemudian membaca Al-Qur'an untuk 'Aisyah di bulan Ramadlan.
Shalat malam
237. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Muhammad bin Al-Munkadir dari Sa'id bin Jubair dari seorang laki-laki yang sudah diridhai dia mengabarkan kepadanya, bahwa Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seseorang hamba yang berniat shalat malam kemudian tertidur, kecuali Allah akan menuliskan baginya pahala shalat malam. Adapun tidurnya tersebut adalah sesuatu yang Allah sedekahkan kepadanya."
238. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Nadlar budak Umar bin Ubaidullah, dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia berkata; "Saya tidur di depan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan kedua kakiku berada di arah kiblatnya. Ketika sujud, beliau memegang kedua kakiku, lalu saya menekuknya hingga ketika beliau berdiri saya menghamparkanya kembali." Aisyah berkata; "Pada waktu itu, rumah-rumah masih belum ada lampunya."
239. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian mengantuk dalam shalatnya, hendaklah ia tidur hingga hilang rasa kantuknya. Sebab jika salah seorang dari kalian shalat dalam keadaan mengantuk, dia tidak tahu mungkin dia memohon ampunan tetapi dia malah mencela dirinya."
240. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Isma'il bin Abu Hakim telah sampai kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendengar seorang wanita yang shalat pada malam hari. Beliau bertanya; "Siapa ini?" Ada yang menjawab; "Dia adalah Haula binti Tuwait. Dia tidak tidur pada malam hari." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun membenci pebuatan tersebut hingga terlihat tanda kebencian pada wajahnya. Beliau bersabda: "Allah Tabaraka Wa Ta'ala tiada akan jenuh hingga kalian sendiri yang merasa jenuh, maka kerjakan amalan yang kalian mampu."
241. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Zaid bin Aslam dari Bapaknya bahwa Umar bin Khatthab shalat malam dalam jumlah yang banyak, hingga ketika menjelang akhir malam dia membangunkan keluarganya untuk shalat. Dia berkata kepada mereka; "ASHSHALAAH ASHSHALAAH (shalatlah kalian, shalatlah kalian) ." Setelah itu ia membaca ayat; '(Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan Bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa) ' (Qs. Thaahaa: 132) .
Shalat Nabi Shallallahu'alaihiwasallam ketika witir
242. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari Urwah bin Az Zubair dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat malam sebelas rakaat, dengan witir satu rakaat. Ketika selesai, beliau berbaring miring ke kanan."
243. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi dari Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf dia bertanya kepada Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, 'Bagaimana shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di bulan Ramadlan? ' Aisyah lantas menjawab, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak melakukan shalat lebih dari sebelas rakaat, baik pada bulan Ramadlan maupun lainnya. Beliau shalat empat rakaat, jangan kamu tanya bagus dan panjangnya. Beliau shalat empat rakaat, jangan kamu tanya bagus dan panjangnya. Setelah itu beliau shalat tiga rakaat." Aisyah meneruskan ucapannya, "Aku lalu bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah anda tidur sebelum berwitir? ' beliau menjawab: "Wahai Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur tapi hatiku tidak."
244. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Aisyah Ummul Mukminin berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan shalat malam tiga belas rakaat. Kemudian beliau shalat dua rakaat setelah mendengar adzan subuh."
245. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Mahramah bin Sulaiman dari Kuraib budak Ibnu 'Abbas, bahwa Abdullah bin Abbas mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah bermalam di tempat Maimunah, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu bibi dari pihak ibunya. Abdullah bin Abbas berkata; "Saya berbaring di atas bantal pada bagian sisinya, sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan isterinya berbaring pada bagian sisi panjangnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidur hingga ketika sampai pertengahan malam, atau kurang sedikit, atau lewat sedikit, beliau bangun. Beliau kemudian duduk sambil mengusap rasa kantuk dari wajah dengan tangan. Dan beliau membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Ali Imran, lalu berdiri menuju geriba yang tergantung. Beliau berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya, setelahitu berdiri shalat. Ibnu Abbas berkata, "Kemudian aku bangun dan melakukan sebagaimana yang dilakukan oleh beliau, lalu aku pergi dan shalat di sisinya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu meletakkan tangan kanannya di atas kepalaku seraya memegang telinga kananku dan menariknya (memalingkan) . Beliau lalu shalat dua rakaat, dua rakaat, dua rakaat, dua rakaat, dua rakaat, dan dua rakaat. Kemudian beliau shalat witir. Setelah itu beliau berbaring hingga muaddzin datang kepadanya. Beliau shalat ringan dua rakaat kemudian keluar shalat subuh."
246. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdullah bin Abu Bakar dari Bapaknya bahwa Abdullah bin Qais bin Makhramah mengabarkan kepadanya, dari Zaid bin Khalid Al-Juhani dia berkata, "Saya akan menyelidiki shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada malam ini." Zaid bin Khalid Al-Juhani berkata, "Aku lalu tidur di kemah beliau, atau pintunya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian berdiri dan shalat dua rakaat panjang, dua rakaat panjang, dua rakaat panjang. Kemudian beliau shalat dua rakaat yang lebih ringan dari dua rakaat sebelumnya. Beliau shalat dua rakaat yang lebih ringan lagi dari dua rakaat sebelumnya. Beliau shalat dua rakaat yang lebih ringan lagi dari dua rakaat sebelumnya. Lalu beliau shalat dua rakaat yang lebih ringan dari dua rakaat sebelumnya. Kemudian beliau shalat witir, maka genaplah menjadi tiga belas rakaat."
Perintah Witir
247. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi' dan Abdullah bin Dinar dari Abdullah bin Umar, bahwa ada seorang laki-laki bertanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang shalat malam? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Shalat malam dikerjakan dua rakaat, dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir subuh tiba, shalatlah satu rakaat sebagai witir untuk shalat sebelumnya."
248. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari Muhammad bin Yahya bin Habban dari Ibnu Muhairiz, bahwa ada seorang laki-laki Bani Kinanah yang bernama Al-Mukhdaji, mendengar seorang laki-laki yang diberi julukan Abu Muhammad berkata di wilayah Syam, "Witir itu wajib." Al-Mukhdaji berkata; "Aku kemudian menemui Ubadah bin Shamit, aku mencegatnya saat ia berangkat ke masjid. Aku lalu kabarkan kepadanya dengan apa yang dikatakan oleh Abu Muhammad. Ubadah pun berkata, "Abu Muhammad telah berdusta. Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Lima shalat Allah Azza Wa Jalla telah mewajibkannya kepada-Nya. Barangsiapa melaksanakan dan tidak meninggalkan satupun darinya karena meremehkan kewajiban, niscaya baginya janji Allah untuk memasukkannya ke surga. Barangsiapa tidak melakukannya, niscaya dia tidak mendapatkan janji Allah (untuk memasukkannya ke surga) . Jika berkehendak Allah akan menyiksanya, dan jika berkehendak maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga."
249. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Bakar bin Muhammad bin Umar dari Sa'id bin Yasar berkata, "Saya berjalan bersama Abdullah bin 'Umar di sebuah jalan Makkah." Sa'id berkata, "Saya khawatir subuh akan segera tiba, maka saya pun berhenti untuk melaksanakan shalat witir, hingga saya masih mendapatkannya shalat witir tersebut. Abdullah bin Umar bertanya, "Dari mana kamu?" saya menjawab, "Saya khawatir masuk subuh, maka saya singgah untuk shalat witir." Abdullah berkata; "Bukankah sudah ada bagimu contoh dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" saya menjawab; "Ya, demi Allah." Dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat witir di atas untanya."
250. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari Sa'id bin Musayyab dia berkata; "Jika Abu Bakar Ash Shidiq hendak mendatangi ranjangnya, dia shalat witir, sedangkan Umar bin Khatthab melaksanakan shalat witir di akhir malam." Sa'id bin Musayyab berkata; "Jika saya hendak tidur, saya shalat witir terlebih dahulu."
Seorang laki-laki bertanya Abdullah bin Umar tentang wajib tidaknya shalat witir
251. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' dia berkata, "Saya bersama Abdullah bin Umar di Makkah, sementara saat itu langit terlihat mendung. Abdullah khawatir jika waktu subuh segera datang, sehingga ia shalat witir satu rakaat. Namun setelah itu mendung tersingkap dan Abdullah melihat ternyata masih malam. Maka ia pun menggenapkannya dengan satu rakaat lagi, setelah itu ia shalat dua rakaat, dua rakaat. Dan ketika ia khawatir waktu subuh akan segera datang, ia mengerjakan shalat witir satu rakaat."
252. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' bahwa Abdullah bin Umar ketika shalat witir, ia membaca salam setelah dua rakaat dan satu rakaat. Kemudian dia menyuruh diambilkan sebagian keperluannya."
253. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab bahwa Sa'ad bin Abu Waqash shalat witir satu rakaat setelah isya'. Malik berkata; "Ini bukanlah yang kami amalkan. Menurut pendapat kami, shalat wirit paling sedikit adalah tiga rakaat."
254. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdullah bin Dinar bahwa Abdullah bin Umar berkata; "Shalat maghrib adalah witirnya shalat siang hari"
Witir setelah fajar
255. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abdul Karim bin Abu Al Mukhariq Al Bashri dari Sa'id bin Jubair, bahwa Abdullah bin 'Abbas tidur kemudian bangun. Lalu ia berkata kepada pembantunya; "Lihatlah apa yang telah dikerjakan manusia -saat itu dia telah buta-." Pembantunya kemudian pergi, dan setelah kembali, pembantunya berkata; "Orang-orang telah selesai shalat subuh." Abdullah bin Abbas berdiri shalat witir kemudian shalat subuh."
Abdullah bin Abbas, Ubadah bin Ash Shamit dan al Qasim…
256. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya bahwa Abdullah bin Mas'ud berkata; "Saya tidak peduli walau iqamat subuh dikumandangkan, saya akan tetap shalat witir."
257. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dia berkata; " Ubadah bin Shamit adalah imam bagi suatu kaum. Pada suatu hari, dia keluar untuk shalat subuh. Muaddzin lalu mengkumandangkan iqamat, maka Ubadah menghentikan iqamahnya hingga ia menerjakan shalat witir. Setelah itu ia shalat subuh bersama mereka."
258. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdurrahman bin Al Qasim dia berkata; saya telah mendengar Abdullah bin 'Amir bin Rabi'ah berkata; "Saya akan tetap shalat witir saat aku mendengar iqamat atau setelah fajar." Abdurrahman ragu, mana yang dikatakan Abdullah bin Amru."
259. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdurrahman bin Al Qasim dia mendengar bapaknya Al Qasim bin Muhammad berkata; "Saya tetap shalat witir walau setelah terbit fajar."
Dua rakaat fajar (Shalat sunnah subuh)
260. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi' dari Abdullah bin Umar, bahwa Hafshah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkan kepadanya, bahwa "Jika muaddzin telah selesai mengumandangkan adzan subuh, maka sebelum iqamah dikumandangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat ringan dua rakaat."
261. Telah menceritakan kepadaku Malik dari Yahya bin Sa'id bahwa Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meringankan dua rakaat fajar, hingga saya bertanya-tanya, 'Apakah beliau membaca Ummul Qur'an (Al Fatihah) atau tidak'."
262. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Syarik bin Abdullah bin Abu Namr dari Abu Salamah bin Abdurrahman dia berkata; "Suatu kaum mendengar iqomat, lalu mereka bangun mengerjakan shalat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemui mereka seraya bertanya: "Apakah ada dua shalat secara bersamaan, apakah ada dua shalat secara bersamaan?" hal itu terjadi mengenai shalat subuh dan dua rakaat sebelum subuh.
263. Telah menceritakan kepadaku dari Malik telah sampai padanya, bahwa Abdullah bin Umar pernah tertinggal dua rakaat fajar, lalu ia mengqadlanya setelah matahari terbit. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdurrahman bin Al Qasim dari Al Qasim bin Muhammad, bahwa ia mengerjakan seperti yang dikerjakan oleh Ibnu Umar."
Keutamaan shalat jamaah daripada shalat sendirian
264. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi' dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat berjama'ah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian."
265. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Sa'id bin Musayyab dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat berjama'ah lebih utama dua puluh lima bagian daripada shalat salah seorang dari kalian sendirian."
266. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Sungguh, saya sangat berkeinginan memerintahkan seseorang untuk mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan seseorang mengumandangkan adzan, kemudian iqmah dikumandangkan. Setelah itu aku perintahkan seseorang untuk menjadi imam bagi manusia, sementara aku pergi menuju beberapa laki-laki, sehingga aku bisa membakar rumah-rumah mereka. Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalau saja salah seorang dari mereka tahu bahwa mereka akan mendapatkan tulang kambing yang gemuk (banyak sisa dagingnya), atau dua tulang rusuk yang enak, niscaya dia akan mengikuti shalat Isya."
267. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Nadlr mantan budak Umar bin Ubaidullah, dari Busr bin Sa'id dari Zaid bin Tsabit berkata; "Sebaik-baik shalat kalian adalah yang kalian lakukan di rumah, kecuali shalat wajib."
Shalat isyak dan Subuh
268. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abdurrahman bin Harmalah Al-Aslami dari Sa'id bin Musayyab bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "(Pembeda) antara kita dengan orang munafik adalah menghadiri shalat isya dan subuh. Mereka tidak bisa melaksanakannya." atau dengan lafad lain yang semisal.
269. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Sumayya budak Abu Bakar bin Abdurrahman, dari Abu Shalih dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ketika seorang laki-laki sedang berjalan di sebuah jalan, tiba-tiba ia mendapatkan duri, lalu ia ambil dan menyingkirkannya. Maka Allah berterima kasih padanya dan mengampuni dosa-dosanya". Beliau bersabda lagi: "Mati syahid itu ada empat macam: orang yang mati karena wabah tha'un, orang yang mati karena sakit perut, orang yang mati karena tenggelam, orang yang mati karena reruntuhan dan orang yang mati karena berperang di jalan Allah." Beliau lalu melanjutkan sabdanya: "Seandainya manusia mengetahui pahala yang ada pada adzan dan shaf pertama, lalu mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan mengundi, niscaya mereka akan berebut undian. Seandainya mereka tahu pahala bersegera dalam menghadiri shalat berjama'ah, niscaya mereka akan berlomba-lomba menujunya. Dan seandainya mereka tahu pahala shalat isya dan subuh, niscaya mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak."
270. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Abu Bakar bin Sulaiman bin Abu Hatsmah, bahwa Umar bin Khatthab pernah kehilangan (tidak melihat) Sulaiman bin Abu Hatsmah dalam shalat subuh. Maka pada pagi menjelang siang Umar bin Khatthab pagi menuju pasar, sementara tempat tinggal Sulaiman terletak antara pasar dan Masjid Nabawi. Umar lalu bertemu dengan Asy Syifa, ibu Sulaiman. Umar lalu berkata, "Saya tidak melihat Sulaiman saat shalat subuh?" Wanita itu menjawab, "Dia telah shalat semalaman, hingga dia terlelap tidur." Umar berkata; "Mengikuti shalat subuh berjama'ah lebih saya sukai daripada shalat semalam suntuk."
271. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari Muhammad bin Ibrahim dari Abdurrahman bin Abu 'Amrah Al Anshari dia berkata; " Utsman bin Affan mendatangi shalat Isya, namun ia melihat orang-orang yang hadir hanya sedikit sekali, maka ia pun berbaring di tepi masjid menunggu agar yang datang lebih banyak. Ibnu Abu 'Amrah lalu menghampirinya dan duduk di dekatnya. Abu Amrah lalu bertanya diri Utsman, lalu Utsman pun mengebarkan kepadanya. Lalu Amrah bertanya kembali, "Apa saja yang kamu ketahui dari al qur'an? ' Utsman kembali menagabarkan kepadanya. Setelah itu Utsman berkata kepadanya, "Barangsiapa mengikuti shalat isya seakan dia telah shalat separuh malam. Barangsiapa mengikuti shalat subuh, seakan-akan dia telah shalat seluruh malam."
Mengulangi shalat bersama Imam
272. Telah menceritakan kepadaku dari Yahya dari Malik dari Zaid bin Aslam dari seorang laki-laki dari Bani Ad Dil yang bernama Busr bin Mihjan dari bapaknya Mihjan, Bahwasanya ia pernah berada dalam majlis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu dikumandangkanlah adzan shalat, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian berdiri mengerjakan shalat dan kembali. Sedangkan Mihjan masih berada di majlis dan tidak shalat bersamanya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apa yang menghalangimu shalat bersama orang-orang? Bukankah kamu seorang muslim?" Mihjan menjawab, "Benar wahai Rasulullah! Tapi saya sudah shalat bersama keluargaku." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kamu datang ke masjid, maka shalatlah bersama orang-orang walau sudah shalat."
273. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi', bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Abdullah bin Umar, "Saya sudah shalat di rumah, lalu saya mendapati shalat bersama imam. Apakah saya harus shalat lagi bersama mereka?" Abdullah bin 'Umar menjawab, "Ya." Laki-laki itu berkata, "Mana di antara keduanya yang menggugurkan kewajibanku?" Ibnu Umar menjawab, "Apakah itu urusanmu? Yang demikian itu adalah urusan Allah. Dia yang berhak dalam menentukannya."
274. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id bahwa ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Sa'id bin Musayyab; "Saya sudah shalat di rumahku. Kemudian saya mendatangi masjid, maka saya mendapati imam sedang shalat. Apakah saya harus shalat bersamanya?" Lalu Sa'id menjawab; "Ya" laki-laki itu bertanya; "Mana dari keduanya yang menggugurkan kewajibanku?" Sa'id menjawab, "Apakah itu hak kamu? Itu adalah hak Allah."
275. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Afif As-Sahmi dari seorang laki-laki dari Bani Asad dia bertanya kepada Abu Ayub Al Anshari, "Saya sudah shalat di rumahku, lalu saya mendatangi masjid dan saya mendapati imam sedang shalat. Maka apakah saya harus shalat lagi bersamanya?" Abu Ayub menjawab; "Ya, shalatlah bersamanya. Siapa saja yang mengerjakan itu, maka ia akan mendapatkan pahala jama'ah, atau seperti pahala jama'ah."
276. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' bahwa Abdullah bin Umar berkata; "Barangsiapa telah melaksanakan shalat maghrib atau subuh, lalu dia mendapatkan imam sedang melaksanakannya, maka janganlah ia mengulanginya." Malik berkata; "Saya berpendapat: tidak masalah shalat bersama imam bagi siapa yang telah shalat, kecuali shalat maghrib. Karena jika dia mengulanginya, maka akan menjadi genap."
Yang perlu diperhatikan dalam shalat jamaah
277. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian mengimami orang-orang, maka hendaklah ia ringankan. Karena di antara mereka terdapat orang lemah, sakit dan tua. Jika salah seorang dari kalian shalat sendirian, maka ia boleh memanjangkannya sekehendaknya."
278. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' dia berkata; "Saya berdiri di belakang Abdullah bin Umar dalam suatu shalat. Sementara tidak ada seorang pun yang shalat di belakangnya selain aku, lalu Abdullah menarikku dengan tangannya dan menjadikanku sejajar dengannya."
279. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id, bahwa ada seorang laki-laki mengimami orang-orang di 'Aqiq. Lalu Umar bin Abdul Aziz mengirimkan utusan kepadanya dan melarangnya menjadi imam. Malik berkata, "'Umar bin Abdul Aziz melarangnya menjadi imam karena laki-laki tersebut tidak diketahui siapa bapaknya."
Shalat imam sambil duduk
280. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menunggang kuda, lalu kuda beliau tersungkur hingga lengan kanannya retak. Beliau kemudian mengerjakan shalat dengan duduk, dan shalat kami mengikutinya dengan duduk. Kamipun shalat di belakang beliau dengan duduk. Selesai shalat beliau bersabda: "Dijadikannya seorang imam adalah untuk diikuti. Jika dia shalat dengan berdiri, shalatlah dengan berdiri. Jika dia rukuk, maka ikutlah rukuk. Jika dia bangkit, maka ikutlah bangkit. Jika dia membaca; SAMI'A ALLAHU LIMAN HAMIDAH (Allah Maha Mendengar terhadap orang yang memuji-Nya), maka ucapkan; RABBANAA WALAKAL HAMDU (Wahai Rab kami hanya untuk-Mu segala pujian) . Jika dia shalat dengan duduk, maka shalatlah dengan duduk semuanya."
281. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat ketika sakit. Beliau shalat dengan duduk, sementara orang-orang yang shalat dibelakangnya shalat sambil berdiri. Kemudian beliau memberi isyarat agar mereka shalat sambil duduk, setelah selesai shalat beliau bersabda: "Hanyasanya dijadikannya imam adalah untuk diikuti. Jika dia rukuk, maka rukuklah bersamanya. Jika dia bangkit, maka ikutlah bangkit bersamanya. Dan jika dia shalat dengan duduk, maka shalatlah dengan duduk."
282. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar untuk melaksanakan shalat ketika sedang sakit. Saat datang, beliau mendapati Abu Bakar sedang shalat mengimami orang-orang, maka Abu Bakar pun mundur ke belakang. Tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berisyarat kepadanya, agar tetap pada posisinya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian duduk di sebelah Abu Bakar. Abu Bakar shalat dengan mengikuti shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sedang beliau duduk. Dan orang-orang mengikuti shalat Abu Bakar."
Keutamaan shalat berdiri dibandingkan duduk
283. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Isma'il bin Muhammad bin Sa'd bin Abu Waqqash dari mantan budak 'Amru bin Al-Ash atau Abdullah bin 'Amru bin Al Ash dari Abdullah bin 'Amr bin Al Ash, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat salah seorang dari kalian dengan duduk seperti separuh shalat berdiri"
284. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Abdullah bin 'Amru bin Al Ash berkata; "Tatkala kami datang di Madinah, kami terkena wabah penyakit karena panas Madinah yang menyengat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian keluar menemui orang-orang, sementara orang-orang sedang mengerjakan shalat nafilah dengan duduk. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Shalatnya seorang yang dikerjakan dengan duduk, seperti nilainya setengah dari shalatnya seseorang yang dikerjakan dengan berdiri'."
Shalat dengan duduk ketika shalat sunnah
285. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari As-Sa`ib bin Yazid dari Abdul Muthallib bin Abu Wada'ah As-Sahmi dari Hafshah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia berkata; "Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat sunnah dengan duduk sama sekali, hingga setahun sebelum beliau meninggal. Beliau shalat sunnah dengan duduk dan membaca surat dengan tartil hingga menjadi sangat lama, lebih lama dari biasanya."
286. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia mengabarkan kepadanya, bahwa dia tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat malam dengan duduk sama sekali, kecuali saat usianya telah tua. Beliau membaca dengan duduk, hingga ketika akan rukuk beliau berdiri dan membaca ayat antara tiga samapi atau empat puluh ayat, setelah itu baru beliau rukuk."
287. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdullah bin Yazid Al-Madani dan dari Abu Nadlr dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat dan membaca dengan duduk. Jika masih tersisa dari bacaanya sekitar tiga puluh atau empat puluh ayat, beliau berdiri dan membacanya dengan berdiri. Setelah itu beliau rukuk dan sujud. Lalu pada rakaat kedua beliau juga mengerjakannya seperti itu."
Shalat wustha (Shalat ashar)
288. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Zaid bin Aslam dari Al-Qa'qa' bin Hakim dari Abu Yunus mantan budak Aisyah Ummul Mukminin, dia berkata; " Aisyah menyuruhku menulis mushaf untuknya, kemudian ia berkata, "Apabila kamu telah sampai pada ayat ini, maka kabarkanlah saya: '(Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu') ' (Qs. Al Baqarah: 238) Tatkala saya sampai pada ayat itu, saya pun menyampaikan hal itu kepdanya. Lalu ia mendiktekan kepadaku; '(Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa dan shalat asar. Kerjakanlah shalat dengan khusyu' karena Allah) ' Aisyah lantas berkata, "Saya mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."
289. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Zaid bin Aslam dari 'Amru bin Rafi' dia berkata; "Saya menulis mushaf untuk Hafshah Ummul Mukminin. Dia berkata; "Apabila kamu telah sampai pada ayat ini, maka beritahukanlah kepadaku: '(Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu) ' (As. Al Baqarah: 238) Tatkala saya sampai pada ayat tersebut, maka saya pun memberitahukan kepadanya. Lalu ia mendiktekan kepadaku: '(Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa dan shalat asar dan kerjakanlah shalat dengan khusyu' karena Allah) '.
290. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Daud bin Al Hushain dari Ibnu Yarbu' Al Makhzumi dia berkata, "Saya mendengar Zaid bin Tsabit berkata, 'Shalat wustha adalah shalat zhuhur."
Dirukhsahkan shalat dengan satu kain
291. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Umar bin Abu Salamah, Bahwasanya ia pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat di rumah Ummu Salamah dengan memakai sehelai pakaian, beliau menyelimutkan kain tersebut ke tubuh dan meletakkan kedua ujungnya pada kedua pendaknya."
292. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Sa'id bin Musayyab dari Abu Hurairah, bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang shalat memakai sehelai pakaian. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Apakah setiap dari kalian memiliki dua pakaian?"
293. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Sa'id bin Musayyab dia berkata, " Abu Hurairah pernah ditanya, 'Apakah boleh seorang laki-laki shalat dengan memakai sehelai pakaian? ' dia menjawab, "Ya." Ditanyakan kepadanya, "Apakah kamu juga melakukannya?" Dia menjawab, "Ya. Saya shalat memakai sehelai pakaian. Bajuku yang lain tergantung di atas jemuran."
Jabir bin Abdullah shalat dengan satu kain
294. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Rabi'ah bin Abu Abdurrahman bahwa Muhammad bin 'Amru bin Hazm shalat dengan satu baju."
Dirukhsahkan shalat wanita dengan pakaian dan kerudung
295. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Muhammad bin Zaid bin Qunfudz dari Ibunya, Bahwasanya ia pernah bertanya kepada Ummu Salamah, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang baju yang dikenakan wanita dalam shalat? dia menjawab; "Dia shalat dengan kerudung, dan baju yang menutupi telapak kakinya."
Dari seorang yang tsiqah, dari Bukari bin Abdullah bin al Asyaj, dari Bisr
296. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya, bahwa ada seorang wanita yang meminta fatwa kepadanya, wanita itu mengatakan, "Ikatan sarungku membuat sulit diriku. Apakah saya boleh shalat hanya dengan memakai baju dan kerudung?" dia menjawab, "Ya, jika baju tersebut menutupi seluruh tubuh."
Menjamak shalat ketika di rumah dan saat bepergian
297. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Daud bin Al Hushain dari Al A'raj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjamak shalat zhuhur dan asar ketika dalam perjalanan menuju Tabuk."
298. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Az Zubair Al-Makki dari Abu Thufail 'Amir bin Watsilah bahwa Mu'adz bin Jabal mengabarkan kepadanya, Bahwasanya para sahabat berangkat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada Perang Tabuk. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjamak shalat zhuhur dengan asar dan maghrib dengan isya." Utsman bin 'Affan berkata; "Suatu hari beliau mengakhirkan shalat, kemudian beliau keluar dan menjamak antara shalat zhuhur dengan shalat asar, lalu beliau pulang dan keluar lagi untuk melaksanakan shalat maghrib dan isya secara jamak. Beliau kemudian bersabda: "Kalian besok akan sampai pada mata air Tabuk, isnyaallah. Kalian tidak akan sampai di sana hingga matahari meninggi. Dan barangsiapa yang telah sampai di sana, maka janganlah menyentuh air sedikitpun hingga saya datang." Kami pun tiba di sana, ternyata kami telah didahului oleh dua orang laki-laki. Namun mata air tersebut hanya mengeluarkan sedikit air, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam akhirnya bertanya kepada keduanya: "Apakah kalian telah menyentuh air ini?" mereka berdua menjawab, "Ya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mencela keduanya dan berkata kepada mereka dengan penuh kemarahan. Mereka mengambil sedikit demi sedikit hingga terkumpul. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu membasuh wajah dan kedua tangannya dengan air itu. Kamudian beliau mengembalikan air itu ke dalam mata air, hingga mengalirkan air yang melimpah, lalu orang-orang minum darinya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Muadz, jika umurmu panjang niscaya kamu akan melihat di sana sini akan muncul pepohonan (menjadi kebun) ."
299. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' dari Abdullah bin Umar berkata; "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terburu-buru dalam perjalanannya, beliau menjamak shalat maghrib dengan isya."
300. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Az Zubair Al-Makki dari Sa'id bin Jubair dari Abdullah bin 'Abbas dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan shalat zhuhur dengan asar secara jamak, dan maghrib dengan isya secara jamak, bukan karena ada ketakutan atau karena perjalanan." Malik berkata, "Saya melihatnya bahwa hal itu terjadi karena hujan."
301. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi', bahwa jika para pemimpin menjamak shalat maghrib dengan isya, maka Abdullah bin Umar ikut menjamak bersama mereka."
302. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab Bahwasanya ia pernah bertanya kepada Salim bin Abdullah, "Apakah dalam perjalanan shalat zhuhur dan asar boleh dijamak?" dia menjawab, "Ya. Yang demikian itu tidak masalah. Tidakkah kamu melihat bagaimana shalatnya orang-orang di Arafah?"
Meringkas shalat saat bepergian (Qashar)
303. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari seorang laki-laki dari keluarga Khalid bin Asid dia bertanya kepada Abdullah bin Umar, "Wahai Abu Abdurrahman! Dalam alquran kami hanya mendapati shalat khauf dan shalat ketika mukim. Kami tidak mendapati ayat yang menjelaskan shalat saat safar?" Ibnu Umar berkata; "Wahai keponakanku! Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla mengutus Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam kepada kita dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa. Kita hanya mengerjakan apa yang kita lihat beliau mengerjakannya."
304. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Shalih bin Kaisan dari Urwah bin Az Zubair dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dia berkata, "Sebelumnya diwajibkan shalat dua rakaat, dua rekaat baik di waktu mukim maupun safar. Kemudian dua rakaat tersebut ditetapkan untuk orang yang melakukan perjalanan, dan ditambah dua rakaat untuk orang yang mukim."
305. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id bahwa dia berkata kepada Salim bin Abdullah; "Alangkah mengherankan apa yang engkau lihat! Bapakmu mengakhirkan shalat maghrib dalam perjalanan." Salim menjawab, "Matahari telah terbenam sedangkan kami masih berada di Dzatil Jaisy, lalu ia mengerjakan shalat maghrib di 'Aqiq."
Kondisi diwajibkan meringkas shalat (Qashar)
306. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi', bahwa jika Abdullah bin Umar keluar melaksanakan haji atau umrah, dia mengqashar shalat di Dzil Hulaifah."
307. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah dari Bapaknya bahwa dia berangkat ke Rim. Lalu ia mengqashar shalat dalam perjalanan tersebut." Malik berkata, "Jarak perjalanannya sekitar empat Burud."
308. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' dari Salim bin Abdullah bahwa Abdullah bin Umar berkendara menuju Dzatin Nushub. Lalu ia mengqashar shalat dalam perjalanan tersebut." Malik berkata, "Jarak Dzatin Nushub dan Madinah sekitar empat Burud."
309. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' dari Ibnu Umar, bahwa dia pernah melakukan perjalanan ke Khaibar dengan mengqasar shalat."
310. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah, bahwa Abdullah bin Umar mengqashar shalat dalam sebuah perjalanan sehari penuh."
311. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi', bahwa dia melakukan perjalanan bersama Ibnu Umar ke Al Barid. Dan Ibnu Umar tidak mengqashar shalat."
Shalat musafir jika tidak berniyat bermalam
312. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah bahwa Abdullah bin Umar berkata; "Saya shalat sebagaimana shalatnya musafir selama tidak berniat menetap, meskipun tertahan selama dua belas malam."
313. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi', bahwa Abdullah bin Umar bermukim di Makkah selama sepuluh malam, dengan mengqashar shalat, kecuali jika shalat bersama imam, maka ia shalat dengan shalat imam (sempurna) ."
Shalat imam jika berniyat bermalam
314. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Atha` Al Khurasan mendengar Sa'id bin Musayyab ia berkata; "Barangsiapa berniat menetap selama empat malam sedangkan dia seorang musafir, maka dia harus menyempurnakan shalatnya." Malik berkata; "Demikian itulah yang paling saya sukai dari yang saya dengar."
Shalat musafir jika menjadi imam atau di belakang imam
315. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah dari Bapaknya, bahwa ketika Umar bin Khatthab datang di Makkah, ia shalat mengimami mereka dengan dua rekaat. Lalu ia berkata; "Wahai penduduk Makkah! Sempurnakan shalat kalian, sesungguhnya kami dalam keadaan safar." Telah mengabarkan kepadaku dari Malik dari Zaid bin Aslam dari Bapaknya dari Umar bin Khatthab seperti di atas.
316. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi', bahwa Abdullah bin Umar shalat empat rakaat di belakang imam di Mina. Jika dia mengerjakan shalat sendirian, maka dia shalat dua rekaat."
317. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Shafwan Bahwasanya ia berkata; " Abdullah bin Umar menjenguk Abdullah bin Shafwan. Lalu ia mengimami kami sebanyak dua rekaat kemudian ia keluar, sedangkan kami berdiri dan menyempurnakannya."
Shalat sunnah saat safar, siang-malam, dan shalat diatas kendaraan
318. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi' dari Abdullah bin Umar, bahwasanya ia tidak pernah mengerjakan shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat fardlu saat dalam perjalanan, kecuali shalat di kahir malam. Dia shalat di tanah atau di atas kendaraannya, kemanapun kendaraan tersebut menghadap."
Dari al Qasim bin Muhammad, Urwah bin Az Zubair dan Abu Bakar
319. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari 'Amru bin Yahya Al Mazini dari Abu Al Hubab Sa'id bin Yasar dari Abdullah bin Umar, bahwasanya ia berkata; "Saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat di atas keledai menghadap ke arah Khaibar".
320. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdullah bin Dinar dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat di atas kendaraan dalam perjalanan kemanapun kendaraan itu menghadap." Abdullah bin Dinar berkata; "Abdullah bin Umar juga melakukan hal serupa."
321. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id berkata; "Saya melihat Anas bin Malik ketika dalam perjalanan, mengerjakan shalat di atas keledai, padahal keledai tersebut menghadap ke selain kiblat. Dia rukuk dan sujud dengan berisyarat tanpa meletakkan wajahnya di atas sesuatu."
Shalat "Dhuha"
322. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Musa bin Maisarah dari Abu Murrah mantan budak 'Aqil bin Abu Thalib, Ummu Hani binti Abu Thalib mengabarkan kepadanya, bahwa pada saat pembukaan kota Makkah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat delapan rekaat dengan memakai sehelai pakaian."
323. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Nadlr mantan budak Umar bin Ubaidullah, bahwa Abu Murrah mantan budak Uqail bin Abu Thalib, mengabarkan kepadanya, bahwa ia mendengar Umu Hani binti Abu Thalib berkata; "Saya menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika terjadi Fathu Makkah. Saya mendapati beliau sedang mandi, sementara Fathimah, anak perempuannya, menutupinya dengan satu kain." Ummu Hani binti Abu Thalib berkata; "Saya lalu mengucapkan salam kepada beliau." Beliau balik bertanya: "Siapa itu?" saya menjawab; "Ummu Hani binti Abu Thalib." Beliau bersabda: "Selamat datang, wahai Ummu Hani." Selesai mandi, beliau berdiri dan shalat delapan rekaat dengan memakai sehelai baju. Saat beliau selesai, saya berkata, "Wahai Rasulullah! saudaraku Ali hendak membunuh seorang laki-laki yang telah saya beri perlindungan, laki-laki itu itu adalah fulan bin Hubairah." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Wahai Ummu Hani, kami memberi perlindungan terhadap orang yang telah kamu lindungi." Ummu Hani berkata; "Hal ini terjadi pada waktu dluha."
324. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Urwah bin Az Zubair dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata; "Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan shalat sunnah dluha sama sekali, namun saya menganjurkannya. Sungguh, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terkadang meninggalkan suatu amalan padahal beliau suka (melakukannya), karena khawatir jika orang-orang senantiasa mengerjakannya akan menjadi wajib bagi mereka."
325. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Zaid bin Aslam dari Aisyah, bahwa dia shalat dluha delapan rakaat kemudian berkata; "Sekiranya kedua orang tuaku dihidupkan kembali saya tidak akan meninggalkannya (shalat dluha) ."
Himpunan shalat dhuha
326. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah dari Anas bin Malik, bahwa neneknya, Mulaikah, mengundang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk menghadiri hidangan makanan. Beliau kemudian menyantap hidangan tersebut dan bersabda: "Hendaklah kalian bangun (untuk shalat), aku akan mengimami kalian." Anas berkata; "Aku kemudian berdiri menuju tikar milik kami yang telah hitam karena sering dipakai. Aku lalu memercikinya dengan air. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian berdiri di atas tikar tersebut, aku dan seorang anak yatim berbaris di belakang beliau, sementara orang yang tua renta berdiri di belakang kami. Kemudian beliau shalat bersama kami dua rekaat, setelah itu pergi."
327. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah dari Bapaknya dia berkata; "Aku menemui Umar bin Khatthab di saat siang yang sangat panas, dan aku mendapati dia sedang melaksanakan shalat sunah. Aku lalu berdiri shalat di belakangnya, namun kemudian ia mendekatkanku dengan dirinya hingga aku sejajar dengannya di sisi kanan. Ketika Yarfa datang aku segera mundur, lalu kami membuat shaf di belakangnya."
Teguran keras seseorang melewati orang yang tengah shalat
328. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Zaid bin Aslam dari Abdurrahman bin Abu Sa'id Al Khudri dari Bapaknya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian shalat, maka janganlah ia biarkan seorang pun lewat di depannya. Hendaklah ia tahan semampunya, jika ia menolak maka bunuhlah. Sesungguhnya itu adalah setan."
329. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Nadlr mantan budak Umar bin Ubaidullah, dari Busr bin Sa'id bahwa Zaid bin Khalid Al Juhani mengutusnya kepada Abu Juhaim untuk bertanya kepadanya, apa yang telah ia dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang seorang yang lewat di depan orang yang sedang shalat." Abu Juhaim menjawab; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Kalau saja orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat tahu dosa yang di tanggungnya, niscaya berdiri selama empat puluh lebih baik baginya daripada lewat di depan orang yang shalat'." Abu Nadlr berkata; "Saya tidak tahu, apakah beliau mengatakan empat puluh hari, atau bulan, atau tahun?"
330. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Zaid bin Aslam dari Atha` bin Yasar bahwa Ka'b Al Ahbar berkata; "Jika orang yang lewat di depan orang yang shalat tahu akan dosa yang ditanggungnya, niscaya dia dibenamkan ke dalam bumi lebih baik daripada lewat di depannya."
Abdullah bin Umar tidak suka lewat di depan kaum wanita yang sedang melaksanakan shalat
331. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' bahwa Abdullah bin Umar tidak pernah lewat di depan seorang pun (yang sedang shalat) dan juga tidak membiarkan seorangpun lewat di depannya.
Yang dirukhsahkan melewati orang yang tengah shalat
332. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud dari Abdullah bin Abbas dia berkata; "Saya menunggangi keledai betina, pada saat itu saya mendekati masa ihtilam (mimpi basah) . Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang shalat mengimami orang-orang di Mina. Saya lewat di depan salah satu shaf, kemudian turun dan melepas keledai betinaku agar memakan rumput. Saya lalu menerobos shaf, namun tidak ada seorangpun yang melarangku."
Sa'd bin Abu Waqas melintas di depan sebagian shaf saat shalat masih berlangsung
333. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah bahwa Abdullah bin Umar berkata; "Shalat seseorang tidak dapat terputus karena adanya orang yang lewat di depannya."
Sutrah (Pembatas) orang yang shalat ketika safar
334. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah, bahwa Bapaknya shalat di padang pasir tanpa adanya pembatas."
Mengusap kerikil dalam shalat
335. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abu Ja'far Al Qari, bahwa dia berkata; "Saya melihat Abdullah bin Umar ketika turun sujud, mengusap kerikil untuk tempat keningnya dengan usapan yang ringan."
336. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id telah sampai kepadanya, bahwa Abu Dzar berkata; "Mengusap kerikil itu cukup sekali usapan. Sedangkan membiarkannya lebih baik dari pada unta merah."
Meluruskan dan merapatkan Shaff (barisan)
337. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi' bahwa Umar bin Khatthab memerintahkan agar meluruskan shaf. Jika mereka datang dan mengabarkan kepadanya bahwa shaf telah lurus, maka ia pun takbir."
338. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari pamannya Abu Suhail bin Malik dari Bapaknya bahwa dia berkata; "Aku pernah bersama Utsman bin Affan, iqamah pun dikumandangkan, sementara aku masih berbicara dengannya minta agar ia memberi suatu kewajiban. Dan aku tetap mengajaknya bicara sedangkan ia meratakan kerikil dengan dua sandalnya. Sehingga ketika beberapa lelaki yang diberi tugas untuk meluruskan shaf datang dan mengabarkan kepadanya bahwa shaf telah lurus, ia berkata kepadaku, 'Luruskan shaf.' Setelah itu ia bertakbir."
Meletakkan kedua tangan saat shalat, satu diatas lainnya
339. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abdul Karim bin Abu Al Mukhariq Al Bashri bahwa dia berkata; "Di antara sabda para Nabi adalah: jika kamu tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu. Bersedekap ketika shalat dengan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri, menyegerakan saat berbuka dan mengakhirkan sahur."
340. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Hazim bin Dinar dari Sahal bin Sa'ad bahwa dia berkata; "Orang-orang diperintahkan agar seorang laki-laki meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya saat shalat." Abu Hazim berkata, "Saya tidak tahu mengetahui Sahl bin Sa'd kecuali bahwa ia meriwayatkannya secara marfu'."
Qunut dalam shalat subuh
341. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi' bahwa Abdullah bin Umar tidak pernah melakukan qunut dalam shalat."
Larangan mendirikan shalat, padahal ingin buang air besar atau kecil
342. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya bahwa Abdullah bin Al Arqam menjadi imam pada para sahabatnya. Pada suatu hari ketika tiba waktu shalat, dia pergi untuk membuang hajatnya, setelah kembali ia berkata; "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian ingin buang hajat, hendaklah dia mendahulukannya sebelum shalat."
343. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Zaid bin Aslam bahwa Umar bin Khatthab berkata; "Janganlah salah seorang dari kalian shalat dengan mengumpulkan dua pangkal pahanya (yakni menggapit dua pangkal paha karena menahan buang air besar) ."
Menunggu-nunggu waktu shalat dan berjalan untuk melakukannya
344. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Malaikat mendoakan salah seorang dari kalian selama dia masih di tempat shalatnya, dan selama ia belum berhadats: 'ALLAHUMMAGHFIR LAHU, ALLAHUMMARHAMHU' (Ya Allah ampuni dia, ya Allah rahmatilah dia) '." Malik berkata; "Saya tidak melihat perkataan, 'selama ia belum berhadats' melainkan hadats yang dapat membatalkan wudlu."
345. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Salah seorang dari kalian akan tetap dalam hitungan shalat selama shalatlah yang menahannya. Tidak ada yang menghalanginya untuk pulang kepada kelurganya selain shalat."
346. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Sumayya mantan budak Abu Bakar, Bahwasanya Abu Bakar bin Abdurrahman berkata; "Barangsiapa berangkat di waktu pagi atau sore menuju masjid, ia tidak mempunyai niat lain kecuali masjid, untuk belajar kebaikan atau mengajarkannya, kemudian dia kembali ke rumahnya. Maka dia seperti orang yang berjihad di jalan Allah; pulang dengan mendapatkan ghanimah."
347. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nu'aim bin Abdullah Al Mujmir Bahwasanya ia mendengar Abu Hurairah berkata; "Apabila salah seorang dari kalian shalat, lalu duduk di tempat shalatnya. Niscaya para Malaikat selalu mendoakannya: ALLAHUMMAGHFIR LAHU, ALLAHUMMARHAMHU (Ya Allah, ampunilah dia, ya Allah rahmatilah dia) . Jika dia bangun dari tempat shalatnya lalu duduk di masjid untuk menunggu shalat, dia masih terhitung dalam shalat hingga dia shalat."
348. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Al 'Ala` bin Abdurrahman bin Ya'qub dari Bapaknya dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang bisa menghapus dosa dan mengangkat derajat? Menyempurnakan wudlu di saat susah, memperbanyak langkah ke masjid serta menunggu shalat setelah shalat. Demikian itu seperti ribath, demikian itu seperti ribath, demikian itu seperti ribath."
Said Ibnul Musayyab berkata: "Dikatakan bahwa tidaklah seseorang keluar dari masjid setelah adzan
349. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari 'Amir bin Abdullah bin Az Zubair dari 'Amru bin Sulaim Az Zuraqi dari Abu Qatadah Al Anshari, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian masuk ke masjid, maka hendaklah ia shalat dua rakaat sebelum duduk."
350. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Nadlar mantan budak Umar bin Ubaidullah, dari Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa dia bertanya; "Bukankah aku telah melihat, bahwa sahabatmu jika masuk ke dalam masjid, ia duduk sebelum shalat dua rakaat." Abu Nadlar menjawab; "Yang dimaksud Umar bin Ubaidullah." Abu Salamah mencela dia karena hal tersebut, yaitu langsung duduk ketika masuk masjid sebelum mengerjakan dua rekaat." Yahya berkata, Malik berkata; "Yang demikian itu hukumnya sunnah bukan kewajiban."
Meletakkan kedua tangan sejajar wajah ketika sujud
351. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi', bahwasanya jika Abdullah bin Umar sujud, dia meletakkan kedua telapak tangannya di tempat dia meletakkan keningnya." Nafi' berkata; "Di hari yang sangat dingin aku melihatnya mengeluarkan kedua telapak tangannya dari sarung baju, kemudian ia meletakkannya di atas kerikil."
352. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' bahwa Abdullah bin Umar berkata; "Barangsiapa meletakkan keningnya di atas tanah, maka hendaklah ia meletakkan kedua telapak tangannya di tempat ia meletakkan keningnya. Jika ia bangkit, hendaklah ia mengangkat keduanya, sebab kedua tangan juga bersujud sebagaimana wajah bersujud."
Menoleh, menepuk punggung tangan ketika diperlukan saat Shalat
353. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abu Hazim Salamah bin Dinar dari Sahal bin Sa'd As Sa'idi, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pergi ke Bani 'Amru bin Auf untuk mendamaikan mereka. Lalu datanglah waktu shalat, kemudian seorang tukang adzan datang menemui Abu Bakar seraya bertanya, "Apakah engkau bersedia untuk mengimami orang-orang jika aku kumandangkan iqamah?" Abu Bakar berkata; "Ya." Abu Bakar kemudian mengimami orang-orang shalat, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang ketika orang-orang sedang shalat. Kemudian beliau masuk dan berdiri di dalam barisan shaf. Orang-orang pun bertepuk (memberi isyarat), namun Abu bakar masih belum menoleh hingga ketika banyak orang yang bertepuk, Abu Bakar menoleh ke belakang dan melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi isyarat agar Abu Bakar tetap di tempatnya. Abu Bakar mengangkat kedua tangannya seraya memuji Allah atas perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepadanya. Kemudian dia mundur hingga lurus bersama shaf, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun maju dan shalat. Tatkala selesai, beliau bertanya: "Wahai Abu Bakar, apa yang menghalangimu untuk tetap pada posisimu ketika saya suruh?" Abu Bakar menjawab; "Tidaklah pantas bagi anak Abu Quhafah untuk memimpin shalat di depan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lantas bersabda: "Kenapa saya melihat kalian banyak yang bertepuk tangan. Barangsiapa yang tertimpa sesuatu dalam shalatnya, hendaklah dia bertasbih. Jika diingatkan dengan tasbih, dia akan menoleh. Tepuk tangan itu untuk para wanita."
354. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi', bahwa Ibnu Umar tidak pernah menoleh dalam shalatnya."
355. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Ja'far Al Qari bahwa dia berkata; "Saya melaksanakan shalat dan Abdullah bin Umar bermakmum di belakangku. Namun aku tidak merasakan kahadirannya hingga aku pun menoleh ke belakang. Lalu Ibnu Umar berisyarat kepadaku (untuk tidak menoleh) ."
Yang seharusnya dilakukan jika menjumpai imam sedang ruku'
356. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari Abu Umamah bin Sahal bin Hunaif bahwa dia berkata, " Zaid bin Tsabit masuk ke dalam masjid dan mendapati orang-orang dalam keadaan rukuk, lalu ia pun ikut rukuk. Kemudian Zaid bin Tsabit merangkak hingga sampai ke shaf." Telah menceritakan kepadaku dari Malik telah sampai padanya, bahwa Abdullah Mas'ud berjalan merangkak dalam keadaan rukuk."
Mengucapkan shalawat untuk Nabi Shallallahu'alaihiwasallam
357. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abdullah bin Abu Bakar bin Hazm dari Bapaknya dari 'Amru bin Sulaim Az Zuraqi bahwa dia berkata; "Telah mengabarkan kepadaku Abu Humaid As Sa'idi bahwa mereka berkata; "Wahai Rasulullah! Bagaimana kami bershalawat untuk anda?" beliau menjawab: "Bacalah: ALLAHUMMA SHALLI 'ALAA MUHAMMAD, WA AZWAAJIHI WA DZURRIYYATIHI KAMAA SHALLAITA 'ALAA AALI IBRAAHIIM WA BAARIK 'ALAA MUHAMMAD WA AZWAAJIHI WA DZURRIYYATIHI KAMAA BAARAKTA 'ALAA AALI IBRAAHIIM INNAKA HAMIIDUN MAJIID. (Ya Allah, mohon kesejahteraan atas Muhammad dan isteri-isterinya serta keturunannya sebagaimana engkau memberi kesejahteraan kepada keluarga Ibrahim, dan berkahilah Muhammad dan isteri-isterinya serta keturunannya sebagaimana engkau memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia) ."
358. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nu'aim bin Abdullah Al Mujmir dari Muhammad bin Abdullah bin Zaid Bahwasanya ia mengabarkan kepadanya, dari Abu Mas'ud Al Anshari bahwa dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi kami dalam majlis Sa'ad bin Ubadah. Lalu Basyir bin Ubadah bertanya kepada beliau; "Wahai Rasulullah! Allah telah memerintahkan kami agar bershalawat untuk anda. Lantas bagaimana kami bershalawat untuk anda?" Abu Mas'ud Al Anshari berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diam. Sampai kami berharap beliau tidak ditanya." Beliau kemudian bersabda: "Bacalah: ALLAHUMMA SHALLI 'ALAA MUHAMMAD WA 'ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA SHALLAITA 'ALAA IBRAAHIIM WA BAARIK 'ALAA MUHAMMAD WA 'ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAARAKTA 'ALAA IBRAAHIIM WA 'ALA AALI IBRAAHIIM FIL 'AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIID (Ya Allah, berilah kesejahteraan pada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberi kesejahteraan kepada Ibrahim dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia) sedangkan salam adalah sebagaimana yang telah kalian ketahui) ."
359. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdullah bin Dinar berkata; "Saya melihat Abdullah bin Umar berdiri di atas kubur Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu ia bershalawat atas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, atas Abu Bakar dan Umar."
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam masalah shalat
360. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi' dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat dua rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat setelah maghrib di rumahnya, dan dua rakaat setelah shalat Isya. Beliau tidak shalat sunnah setelah Jum'at hingga beliau selesai, kemudian beliau shalat dua rekaat."
361. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apakah kalian melihatku berada di sini? Demi Allah, saya melihat kekhusyuan dan rukuk kalian. Sungguh saya melihat kalian dari belakangku."
362. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang ke Quba dengan berkendaraan dan berjalan kaki."
363. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari Nu'man bin bin Murrah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Apa pendapat kalian tentang peminum, pencuri dan pezina?" pada saat itu belum turun ayat kepada mereka yang menjelaskan tentang hal itu. Mereka menjawab; "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Beliau bersabda: "Semua itu adalah perbuatan keji dan di dalamnya terdapat hukuman. Sejelek-jelek pencuri ialah orang yang mencuri dalam shalatnya." Mereka bertanya; "Wahai Rasulullah, bagaimana seorang mencuri shalatnya?" Beliau menjawab: "Dia tidak menyempurnakan rukuknya dan sujudnya."
364. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Lakukanlah sebagian shalat kalian di rumah."
365. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' bahwa Abdullah bin Umar berkata; "Apabila orang yang sakit tidak mampu sujud, hendaklah dia berisyarat dengan kepalanya dan tidak mengangkat apapun ke keningnya."
366. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Rabi'ah bin Abu Abdurrahman bahwa jika Abdullah bin Umar datang ke masjid dan orang-orang telah shalat, dia langsung shalat fardlu tanpa mengerjakan shalat sunnah sebelumnya sama sekali."
367. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' bahwa Abdullah bin Umar melewati seorang laki-laki yang sedang shalat. Lalu ia mengucapkan salam kepada seorang laki-laki tersebut. Laki-laki itu kemudian membalasnya dengan sebuah perkataan. Abdullah bin Umar berkata kepadanya; "Apabila ada orang yang salam kepada salah seorang dari kalian ketika sedang shalat, janganlah membalasnya dengan ucapan, tapi berilah isyarat dengan tangannya."
368. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' bahwa Abdullah bin Umar berkata; "Barangsiapa lupa suatu shalat, dan ia tidak mengingatnya kecuali ketika ia shalat bersama imam, maka ketika imam salam hendaknya ia melakukan shalat yang ia lupa, setelah itu melakukan shalatnya yang lain."
369. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari Muhammad bin Yahya bin Hibban dari pamannya Wasi' bin Hibban, bahwa dia berkata; "Aku shalat sedangkan Abdullah bin Umar menyandarkan punggungnya pada dinding kiblat. Tatkala aku selesai shalat, aku berbalik arah kepadanya dari sisi kiri." Abdullah bin Umar bertanya; "Apa yang menghalangimu untuk berbalik dari sisi kanan?" Aku menjawab, "Aku melihatmu, maka aku berbalik ke arahmu." Abdullah berkata; "Kamu benar, ada seseorang yang berkata; 'Berbaliklah dari sisi kanan. Jika kamu selesai shalat, berbaliklah sekehendakmu. jika kamu mau berbaliklah dari sisi kananmu, jika kamu mau berbaliklah dari sisi kirimu."
370. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari seorang laki-laki dari Muhajirin, yang dia melihat tidak ada masalah dia bertanya Abdullah bin 'Amru bin Al Ash, "Bolehkah saya shalat di kandang unta?" Abdullah menjawab; "Jangan, tapi shalatlah di kandang kambing."
371. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Sa'id bin Musayyab, bahwa dia bertanya; "Shalat apa yang dalam setiap rakaatnya duduk?" Sa'id kemudian menjawab, "Itu adalah shalat maghrib. Jika kamu tertinggal darinya satu rakaat. Begitulah sunnahnya shalat tersebut."
Masalah-masalah lain tentang shalat
372. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari 'Amir bin Abdullah bin Az Zubair dari 'Amru bin Sulaim Az Zuraqi dari Abu Qatadah Al Anshari, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat dengan menggendong Umamah, anak perempuan Zainab binti Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." Dalam riwayat Abu Al 'Ash bin Rabi'ah bin Abdu Syams disebutkan, "Jika sujud beliau meletakkannya, dan ketika bangun beliau menggendongnya kembali."
373. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Malaikat malam dan Malaikat siang bergantian dalam menjaga kalian. Mereka berkumpul pada shalat asar dan shalat fajar. Kemudian malaikat yang menjaga kalian di waktu malam naik, Allah lalu bertanya kepada mereka - dan Allah lebih tahu dengan keadaan mereka-: "Bagaimana keadaan para hamba-Ku saat kalian tinggalkan?" mereka menjawab, "Kami meninggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami mendatangi mereka juga dalam keadaan shalat."
374. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Temuilah Abu Bakar, suruh dia shalat mengimami orang-orang." Aisyah berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Bakar, jika ia menggantikan posisimu, niscaya orang-orang tidak akan bisa mendengar suaranya karena tangisannya. Suruhlah Umar untuk mengimami orang-orang." Beliau bersabda: "Suruhlah Abu Bakar untuk mengimami orang-orang." Aisyah berkata; "Aku lalu berkata kepada Hafshah, "Sampaikanlah kepada Rasulullah, bahwa 'jika Abu Bakar menggantikan posisimu, niscaya orang-orang tidak akan bisa mendengar suaranya karena tangisannya' berdiri pada tempat anda, mereka tidak akan bisa mendengarnya karena tangisannya. Suruhlah Umar untuk mengimami orang-orang." Hafshah pun melaksanakannya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kalian seperti sahabat Yusuf! Suruhlah Abu Bakar untuk mengimami orang-orang." Hafshah berkata kepada Aisyah; "Sungguh saya tidak lebih baik daripadamu (tidak berhasil) ."
375. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Atha bin Yazid Al Laitsi dari Ubaidullah bin 'Adi bin Al Khiyar bahwa dia berkata; "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang duduk di tengah-tengah manusia, seorang laki-laki datang kepadanya lalu membisikinya dan tidak diketahui apa yang dia bisikkan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian mengeraskannya, dan ternyata laki-laki itu meminta ijin kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk membunuh seorang laki-laki munafik. Ketika memberikan hal itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bukankah dia bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah?" laki-laki itu menjawab, "Ya benar, tapi syahadatnya tidak sah! " Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu bertanya: "Bukankah dia shalat"' laki-laki itu menjawab, "Ya, tapi shalatnya tidak sah." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Mereka itulah orang-orang yang Allah melarangku untuk membunuhnya."
376. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Zaid bin Aslam dari Atha bin Yasar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburku sebagai berhala yang disembah. Sangatlah keras murka Allah terhadap suatu kaum yang menjadikan kubur Nabi Nabi mereka sebagai masjid."
377. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Mahmud bin Ar Rabi' Al Anshari bahwa 'Itban bin Malik mengimami kaumnya padahal dia buta. Lalu dia berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam; "Hari telah gelap, hujan dan banjir, sedangkan saya adalah orang yang buta. Wahai Rasulullah! Aku mohon engkau shalat di rumahku, di suatu tempat yang akan aku jadikan sebagai tempat shalat." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu mendatanginya dan bersabda: "Tempat mana yang kamu suka untuk aku shalat di dalamnya?" Dia menunjukkan kepada beliau sebuah tempat di rumahnya hingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun shalat di dalamnya."
378. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari 'Abbad bin Tamim dari Pamannya, bahwa dia pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbaring di masjid dengan meletakkan salah satu kakinya di atas kaki yang lain." Telah menceritakan kepada kami dari Malik dari Ibnu Syihab dari Sa'id bin Musayyab bahwa Umar bin Khatthab dan Utsman bin Affan radliallahu 'anhuma juga melakukan hal yang sama."
379. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id bahwa Abdullah bin Mas'ud berkata kepada seseorang; "sesungguhnya engkau hidup di zaman yang ahli fikihnya banyak sementara para qari`nya sedikit, hukum-hukum Al-Qur'an dijaga sementara huruf-hurufnya disia siakan. Sedikit yang bertanya tetapi banyak yang mampu memberi (fatwa) . Mereka memanjangkan shalat dan memendekkan khuthbah. Dan mendahulukan amal daripada hawa nafsu. Lalu akan datang kepada manusia sebuah zaman yang sedikit ahli fikihnya, namun banyak qari`anya. Huruf-huruf Al-Qur'an dijaga sedangkan hukum-hukumnya disia-siakan. Banyak yang bertanya dan sedikit yang bisa memberi (fatwa) . Mereka memanjangkan khutbah dan memendekkan shalat. Dan mereka mendahulukan hawa nafsu sebelum amal mereka."
380. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id bahwa dia berkata; telah sampai kepadaku; "Hal yang pertama kali dilihat dari amalan hamba adalah shalat. Jika shalatnya diterima, niscaya akan dilihat amalan-amalannya yang lain. Jika shalatnya tidak diterima niscaya tidak akan dilihat amalan-amalannya yang lain sama sekali."
381. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata; "Amalan yang paling dicintai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah amalan yang dilakukan secara rutin."
Anjuran atau motivasi mendirikan shalat
382. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari pamannya Abu Suhail bin Malik dari Bapaknya bahwa dia mendengar Thalhah bin Ubaidullah berkata; "Seorang laki-laki dari penduduk Najd menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan rambut terkoyak dan suara terputus-putus. Kami tidak bisa mendengar dan faham apa yang dia katakan sehingga dia mendekat. Dan ternyata dia bertanya tentang Islam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda: "Lima shalat dalam sehari semalam." Orang itu bertanya lagi, "Apakah selain itu masih ada lagi?" Beliau menjawab: "Tidak. Kecuali jika engaku mau mengamalkan yang sunah." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu meneruskan bersabdanya: "Dan puasa pada bulan Ramadlan." Orang itu bertanya lagi, "Apakah selain itu masih ada lagi?" beliau menjawab: "Tidak, kecuali jika engkau mau mengamalkan yang sunah." Perawi berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian menyebutkan tentang zakat, orang itu bertanya lagi, "Apakah selain itu masih ada lagi?" beliau menjawab: "Tidak, kecuali jika engkau mau mengamalkan yang sunah." Perawi berkata, "Laki-laki itu lalu mundur ke belakang dan berkata; "Demi Allah, saya tidak akan menambah atau mengurangi dari ini." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh telah beruntung laki-laki itu jika dia jujur."
383. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setan mengikat bagian belakang kepala salah seorang dari kalian ketika dia tidur dengan tiga ikatan. Dalam setiap ikatan, dia hendak membuat malam menjadi panjang. Setan berkata 'Tidurlah! ' Jika salah seorang dari kalian bangun, kemudian berdzikir kepada Allah maka terlepas satu ikatannya. Jika (salah seorang dari kalian) berwudlu, maka terlepaslah satu ikatan lagi. Jika shalat maka terlepas satu ikatan lagi, hingga pada pagi hari dalam keadaan giat serta tenang jiwanya, namun jika tidak seperti itu, niscaya dia pada pagi hari dalam keadaan kotor jiwanya dan malas."
Mandi ketika idul fitri-idul adha, adzan atau iqamat pada keduanya
384. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' bahwa Abdullah bin Umar mandi pada Hari Raya Idul Fitri sebelum pergi ke tempat shalat Ied."
Perintah shalat sebelum khutbah pada idul fitri-idul adha
385. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adlha sebelum beliau berkhuthbah." Telah menceritakan kepadaku dari Malik telah sampai kepadanya bahwa Abu Bakar dan Umar juga mengerjakan hal itu."
386. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Abu 'Ubaid mantan budak Ibnu Azhar, ia berkata; "Saya menyaksikan Ied bersama Umar bin Khatthab . Dia shalat kemudian bangun dan berkhutbah di hadapan orang-orang seraya berkata; 'Ada dua hari yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang untuk berpuasa; hari raya Idul Fitri kalian ini, dan hari di mana kalian memakan binatang kurban." Abu Ubaid berkata; "Saya juga pernah menyaksikan shalat Ied bersama Utsman bin Affan . Dia datang dan shalat, kemudian bangun berkhutbah; "Sesungguhnya telah terkumpul di hari kalian ini dua Ied. Siapa yang jauh tempat tinggalnya, namun ingin menunggu shalat jum'at, maka hendaklah ia menunggu. Dan barangsiapa ingin pulang, maka saya telah mengijinkannya." Abu Ubaid berkata; "Saya menyaksikan Ied bersama Ali bin Abu Thalib ketika Utsman terkepung, dia datang dan shalat, kemudian bangun dan berkhutbah."
Perintah makan sebelum berangkat pada idul fitri
387. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya, bahwasanya pada hari Idul Fitri ia makan pagi sebelum pergi (ke tempat shalat) ."
388. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Sa'id bin Musayyab Bahwasanya ia mengabarkan kepadanya, Bahwa orang-orang diperintahkan makan pagi di hari raya Idul Fitri sebelum pergi ke tempat shalat." Malik berkata; "Saya tidak mendapatkan pendapat bahwa orang-orang di perintahkan untuk makan pada hari Idul Adlha."
Takbir dan bacaan pada shalat idul fithri-idul adha
389. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Dlamrah bin Sa'id Al Mazini dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud, bahwa Umar bin Khatthab bertanya kepada Abu Waqid Al Laitsi, tentang apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di hari raya Idul Adlha dan Idul Fitri. Abu Waqid lalu menjawab; "Beliau membaca surat, 'QAAF, WAL QURANIL MAJID' (surat Qaff) dan 'IQTARABATIS SAA'ATU WANSYAQQAL QAMAR (surat Al Qamar) '."
390. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' mantan budak Abdullah bin Umar, dia berkata; "Saya menyaksikan Idul Adlha dan Idul Fitri bersama Abu Hurairah . Maka pada rakaat pertama ia bertakbir tujuh takbir kali sebelum bacaan, dan pada rakaat yang terakhir dengan lima takbir sebelum bacaan."
Tidak melakukan shalat sebelum atau sesudah idul fitri-idul adha
391. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi', bahwa Abdullah bin Umar tidak pernah shalat sunah pada hari raya Idul Fitri sebelum dan sesudahnya."
Rukhsah shalat sebelum dan sesudah idul fitri-idul adha
392. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abdurrahman bin Al Qasim, bahwa bapaknya Al Qasim shalat empat rekaat sebelum berangkat ke tempat shalat Ied."
393. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya, bahwa pada hari raya Idul Fitri dia malaksanakan shalat (sunah) sebelum shalat (Id) di masjid."
Shalat Khauf
394. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Yazid bin Ruman dari Shalih bin Khawwat dari seseorang yang pernah shalat khauf bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di Dzatur Riqa', bahwa ada sekelompok yang berbaris bersama beliau sedangkan yang lainnya berbaris menghadap musuh. Beliau lalu shalat satu rakaat bersama sekelompok orang yang bersamanya. Kemudian beliau diam berdiri sementara mereka (kelompok yang shalat bersamanya) menyempurnakan shalat sendiri-sendiri. Setelah itu kelompok tersebut pergi dan membuat barsisan menghadap musuh. Lalu kelompok yang lainnya datang, beliau kemudian shalat bersama mereka satu rakaat yang tersisa. Setelah itu beliau duduk, sementara mereka (kelompok yang baru bergabung) menyempurnakan shalat mereka sendiri. Sehingga, beliau membaca salam bersama mereka."
395. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari Al Qasim bin Muhammad dari Shalih bin Khawwat bahwa Sahal bin Abu Hatsmah menceritakan kepadanya, bahwa shalat khauf adalah; "Hendaknya seorang imam berdiri bersama sekelompok dari sahabatnya, sementara kelompok yang lain berdiri menghadap musuh. Imam lalu shalat satu rakaat dan sujud bersama orang-orang yang bersamanya. Kemudian ia bangun, hingga ketika posisinya telah berdiri tegak, kelompok yang shalat bersamanya menyempurnakan rakaat yang tersisa sendiri-sendiri, mereka lalu salam dan pergi berbaris menghadap musuh. Sedangkan imam masih dalam keadaan berdiri. Kemudian kelompok yang belum shalat datang, mereka takbir di belakang imam, hingga imam rukuk dan sujud bersama mereka. Setelah itu imam salam, sementara mereka kembali berdiri dan rukuk sendiri-sendiri menyempurnakan rakaat shalat yang tersisa. Baru kemudian mereka salam."
396. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' bahwa Abdullah bin Umar ditanya tentang shalat khauf? Dia lalu menjawab; "Seorang imam maju bersama sekelompok orang, lalu shalat satu rakaat bersama mereka. Sedangkan sekelompok yang lain yang berada antara imam dengan musuh belum mengerjakan shalat. Jika orang-orang yang shalat bersama imam telah selesai, mereka mundur ke tempat orang-orang yang belum shalat, namun mereka belum salam. Kelompok yang belum shalat maju dan shalat bersama imam satu rakaat. Imam kemudian pergi karena telah mendapatkan dua rekaat. Maka setelah imam pergi, kedua kelompok tersebut semuanya berdiri dan menyempurnakan shalat mereka satu rakaat, satu rakaat. Sehingga setiap kelompok itu telah menyempurnakan dua rakaaat. Jika keadaan lebih menakutkan daripada itu, mereka shalat dengan berjalan kaki atau dengan menunggangi tunggangan, baik menghadap kiblat atau tidak." Malik berkata; Nafi' berkata; "Saya tidak melihat Abdullah bin Umar menceritakan hadits tersebut kecuali dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."
397. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari Sa'id bin Musayyab ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak shalat zhuhur dan asar pada perang Khandaq sehingga terbenamnya matahari." Malik berkata; "Hadits Al Qasim bin Muhammad dari Shalih bin Khawwat adalah hadits yang paling saya sukai dari yang saya dengar dalam masalah shalat khauf."
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat shalat Kusuf
398. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata; "Pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terjadi gerhana matahari. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian shalat mengimami orang-orang. Beliau lalu berdiri dengan memperpanjang berdirinya, lalu rukuk dengan memperpanjang waktunya, kemudian berdiri dengan memanjangkan berdirinya. Namun tidak sebagimana saat berdiri yang pertama. Kemudian rukuk dengan memperpanjangnya namun tidak sepanjang rukuk yang pertama. Kemudian beliau bangun dari rukuk dan bersujud. Kemudian beliau mengerjakan rakaat yang terakhir seperti itu. Beliau selesai dan matahari telah tampak. Lantas beliau berkhutbah kepada orang-orang dengan memuji Allah dan mengagungkan-Nya: 'Matahari dan bulan adalah suatu tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Terjadinya gerhana pada keduanya bukan karena kematian atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat hal itu, berdoalah pada Allah dan bertakbir serta bersedekahlah.' Beliau menambahkan: 'Wahai Umat Muhammad! Demi Allah, tidak ada orang yang lebih cemburu dari Allah bila hamba-Nya berzia, baik laki-laki atau pun perempuan. Wahai umat Muhammad, demi Allah! Kalau saja kalian tahu apa yang saya tahu, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis'."
399. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Zaid bin Aslam dari Atha` bin Yasar dari Abdullah bin Abbas bahwa dia berkata; "Telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau lalu shalat dan orang-orang ikut bersamanya. Beliau berdiri dalam waktu yang panjang seperti panjangnya bacaan surat Al Baqarah." Ibnu Abbas berkata; "Kemudian beliau rukuk dengan rukuk yang panjang, lalu beliau bangkit dari rukuk. Beliau berdir bangun dengan berdiri yang panjang, namun tidak sepanjang yang pertama. Kemudian beliau rukuk dengan rukuk yang panjang, namun tidak sepanjang rukuk yang sebelumnya. Kemudian beliau bersujud, lalu berdiri lama namun tidak selama berdirinya yang pertama. Kemudian beliau rukuk dengan panjang namun tidak selama rukuk yang pertama. Beliau bangkit dari rukuk dan berdiri dengan panjang, namun tidak sepanjang yang pertama. Kemudian rukuk dengan rukuk yang panjang, namun tidak sepanjang rukuk yang sebelumnya. Setelah itu sujud dan berlalu pergi (selesai) . Sementara matahari sudah mulai nampak, beliau kemudian bersabda: "Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda Kebesaran Allah. Terjadinya gerhana pada keduanya bukan karena kematian atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat itu, maka berdzikirlah kepada Allah" Mereka bertanya; "Wahai Rasulullah! kami melihat anda menjulurkan tangan kepada sesuatu di tempat anda berdiri. Lalu kami melihat anda mundur ke belakang." Beliau menjawab: "Saya telah melihat surga. Lalu saya meraih buah dari surga, sekiranya aku mengambilnya, niscaya kalian akan memakannya selama dunia masih ada. Saya juga melihat neraka, saya tidak pernah melihat pemandangan seperti itu. Dan saya lihat paling banyak penghuninya adalah para wanita." Mereka bertanya; "Kenapa wahai Rasulullah! " beliau menjawab: "Karena keingkaran mereka." Mereka bertanya: "Apakah karena mereka ingkar terhadap Allah?" beliau menjawab; "Mereka ingkar terhadap suami dan ingkar terhadap kebaikan. Jika kamu berbuat kepadanya dalam waktu yang lama, lalu mereka melihat sesuatu darimu, dia berkata; 'Saya tidak pernah melihat kebaikanmu sedikitpun'."
400. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari 'Amrah bin Abdurrahman dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa ada seorang wanita Yahudi dataang kepadanya, dan berkata, "Semoga Allah melindungimu dari adzab qubur." Setelah itu Aisyah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shallallahu 'alaihi wasallam, "Apakah manusia disiksa dalam kubur mereka?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun memohon perlindungan kepada Allah dari hal itu. Kemudian keesokan harinya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menunggangi kendaraan. Namun ahri itu terjadi gerhana matahari, hingga beliau kembali di waktu dluha dan lewat di antara kamar (isteri-isterinya) . Beliau lalu berdiri shalat dan orang-orang shalat di belakangnya. Beliau berdiri panjang, lalu rukuk dengan rukuk yang panjang. Kemudian bangun dan berdiri lagi dengan panjang namun tidak sepanjang yang pertama. Lantas beliau rukuk dengan rukuk yang panjang, namun tidak sepanjang yang pertama. Setelahitu beliau bangkit (dari rukuk) dan bersujud. Beliau bangun dan berdiri panjang namun tidak sepanjang pada sebelumnya. Lantas rukuk dengan panjang namun tidak selama yang pertama. Kemudian bangun dan berdiri panjang namun tidak sepanjang yang pertama. Beliau lalu rukuk dengan panjang namun tidak sepanjang yang pertama, lantas bangun dan bersujud. Setelah selesai beliau mengatakan apa yang Allah kehendaki, dan menyuruh mereka untuk berlindung dari siksa kubur."
Penjelasan shalat Kusuf
401. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Fathimah binti Mundzir dari Asma binti Abu Bakar As Shidiq ia berkata, "Aku menemui Aisyah, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika terjadi gerhana matahari. Orang-orang sedang berdiri mengerjakan shalat, begitu juga dengan Aisyah. Aku bertanya, "Ada apa dengan orang-orang?" Aisyah mengarahkan tangannya ke langit seraya berkata, "SUBHANALLAH." Aku berkata, "Sebuah tanda-tanda?" Aisyah berisyarat dengan kepalanya sebagai tanda persetujuan. Asma binti Abu Bakar As Shidiq lantas berkata, "Aku berdiri, hingga kelelahan, aku pun menuangkan air di atas kepalaku. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian memuji Allah dan mengagungkan-Nya. Beliau bersabda: "Tidak ada sesuatupun yang belum pernah kulihat, melainkan aku telah melihatnya di tempat berdiriku ini, bahkan surga dan neraka. Telah diwahyukan kepadaku, bahwa kalian akan diuji dalam kubur, seperti atau mendekati fitnah Dajjal. -Aku tidak tahu mana yang diucapkan Asma- Salah seorang dari kalian akan didatangkan, lalu ditanyakan padanya; 'Apa yang kamu ketahui tentang laki-laki ini? ' Jika seorang mukmin, atau orang yang yakin -Aku tidak tahu mana yang diucapkan Asma- maka ia akan berkata, 'Dia adalah Muhammad Rasulullah. Datang kepada kami dengan membawa keterangan dan petunjuk, lalu kami menerimanya. Kami beriman kepadanya dan mengikutinya.' Maka dikatakan kepadanya; 'Tidurlah dengan baik. Kami tahu bahwa kamu adalah seorang mukmin." Tetapi jika seorang munafik, maka orang yang ragu dalam imannya - Aku tidak tahu maka yang diucapkan Asma-, maka ia berkata, 'Aku tidak tahu. Aku hanya mendengar orang-orang mengatakan sesuatu lalu aku mengikutinya."
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat shalat istisqa'
402. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abdullah bin Abu Bakar bin 'Amru bin Hazm ia mendengar 'Abbad bin Tamim berkata; Aku mendengar Abdullah bin Zaid Al Mazini berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar menuju tempat shalat. Beliau shalat istisqa' dan membalikkan selendangnya ketika menghadap kiblat."
Penjelasan shalat istisqa' (Shalat meminta hujan)
403. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari 'Amru bin Syu'aib, bahwa jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meminta hujan, beliau membaca; "ALLAHUMMASQI 'IBAADAKA WA BAHIIMATAKA WANSYUR RAHMATAKA WA AHYI BALADAKAL MAYYIT" (Ya Allah, siramlah hamba-hamba-Mu, binatang-binatang ternak-Mu, dan tebarkanlah rahmat-Mu dan hidupkanlah kembali bumi-Mu yang mati) ."
404. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Syarik bin Abdullah bin Abu Namir dari Anas bin Malik ia berkata, "Seorang laki-laki menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, binatang ternak telah rusak, jalan telah terputus, berdoalah untuk Allah." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu berdoa hingga kami disiram hujan dari hari Jumat sampai Jumat berikutnya." Anas bin Malik berkata, "Laki-laki itu kemudian menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lagi dan berkata, "Wahai Rasulullah, rumah-rumah telah hancur, jalan-jalan telah terputus serta binatang-binatang telah rusak! " Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lantas berdoa: "ALLAHUMMA ZHUHUURAL JIBAALI WAL AAKAAMI WA BUTHUUNAL AUDIYATI WA MANAABITAS SYAJAR" (Ya Allah, lindungilah permukaan gunung-gunung, bukit-bukit, dasar-dasar lembah dan pepohonan) ." Anas bin Malik berkata, "Maka banjir air tersebut lepas dari Madinah sebagaimana baju yang terlepas dari pemakainya."
Meminta hujan dengan meramal bintang
405. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Shalih bin Kaisan dari 'Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud dari Zaid bin Khalid Al Juhani ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengimami kami shalat subuh di Hudaibiyah dengan kondisi tanah basah karena hujan. Setelah selesai beliau menemui orang-orang dan bertanya: "Apakah kalian tahu apa yang difirmankan Rabb kalian?" mereka menjawab; "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda: "Allah berfirman: "Di pagi ini di antara para hamba-Ku ada yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir kepada-Ku. Barangsiapa yang berkata, 'Kami diberi hujan atas rahmat Allah dan kasih-Nya.' Itulah orang yang beriman kepada-Ku dan kafir terhadap bintang. Barangsiapa yang berkata, 'Hujan turun karena bintang ini dan itu.' Itulah orang yang telah kafir terhadap-Ku dan yakin dengan bintang'."
Larangan menghadap kiblat saat buang air besar atau kecil
406. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah dari Rafi' bin Ishaq mantan budak keluarga As Syifa' yang biasa diberi nama Maula Abu Thalhah, ia mendengar Abu Ayyub Al Anshari salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang saat itu berada di Mesir. Dia berkata, "Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan dengan toilet-toilet ini, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Jika salah seorang dari kalian pergi buang hajat atau kencing, maka janganlah menghadap kiblat, dan jangan membelakanginya dengan kemaluannya'."
407. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' dari seorang laki-laki dari Anshar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang menghadap kiblat bagi orang yang buang air besar atau kecil."
Rukhsah menghadap kiblat saat buang air besar atau kecil
408. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari Muhammad bin Yahya bin Habban dari pamannya Wasi' bin Habban dari Abdullah bin Umar ia berkata, "Orang-orang mengatakan; 'Jika kamu sedang buang hajat, janganlah menghadap kiblat ataupun Baitul Maqdis'." Abdullah berkata, "Aku pernah naik di atas rumahku, lalu aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang buang hajat menghadap Baitul Maqdis." Abdullah berkata, "Mungkin kamu termasuk orang yang shalat sambil berdepa." Dia menjawab; "Aku tidak tahu, demi Allah." Malik berkata, "Maksudnya adalah orang yang sujud namun tidak mengangkat tubuhnya dari tanah, yaitu sujud sementara tubuhnya menempelkan ke lantai."
Larangan berdahak di kiblat
409. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Nafi' dari Abdullah bin bin Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat bekas ludah di dinding kiblat, lalu beliau menggosoknya. Beliau menghadap orang-orang lalu bersabda: "Jika salah seorang dari kalian ingin meludah, janganlah meludah ke arah depannya. Sesungguhnya Allah Tabaraka Wa Ta'ala berada di hadapannya ketika dia sedang shalat."
410. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melihat ludah atau ingus atau dahak, lalu beliau menggosoknya.
Kiblat
411. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abdullah bin Dinar dari Abdullah bin Umar bahwasanya ia berkata, "Tatkala orang-orang melaksanakan shalat subuh di Quba, ada orang yang datang dan berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam semalam telah menerima wahyu. Beliau diperintahkan untuk menghadap Ka'bah, Maka menghadaplah kepadanya." Sedang saat itu mereka sedang menghadap Syam, lalu mereka berbalik menghadap Ka'bah."
412. Telah menceritakan kepadaku Malik dari Yahya bin Sa'id dari Sa'id bin Musayyab bahwa dia berkata, "Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tiba di Madinah, beliau shalat menghadap ke arah Baitul Maqdis selama enam belas bulan. Kemudian beralih menghadap Ka'bah dua bulan sebelum peristiwa Badar."
413. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' bahwa Umar bin Khaththab berkata, "Apa yang di antara barat dan timur adalah kiblat, apabila menghadap ke arah Ka'bah."
Masjid nabawi
414. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Zaid bin Rabah dan 'Ubaidullah bin Abu Abdullah dari Abu Abdullah Salman Al Ahgar dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat di masjidku ini lebih baik dari seribu kali shalat di masjid yang lain, kecuali Masjid Haram."
415. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Khubaib bin Abdurrahman dari Hafsh bin 'Ashim dari Abu Hurairah atau Abu Sa'id al Khudri, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Antara rumahku dan mimbarku ada sebuah taman dari taman-taman surga, dan mimbarku ada di atas telagaku."
416. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdullah bin Abu Bakar dari 'Abbad bin Tamim dari Abdullah bin Zaid Al Mazini, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Antara rumahku dan mimbarku ada sebuah taman dari taman-taman surga."
Wanita pergi ke masjid
417. Telah menceritakan kepadaku Malik dari Yahya bin Sa'id dari 'Atikah binti Zaid bin 'Amru bin Nufail isteri Umar bin Khatthab, bahwa ia pernah meminta izin kepada Umar bin Khattab untuk pergi ke masjid, namun Umar terdiam. Atikah pun berkata, 'Demi Allah, aku akan tetap pergi kecuali jika kamu melarangku.' Namun Umar tidak melarangnya."
418. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Said dari Amrah binti Abdurrahman dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa dia berkata, "Seandainya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat apa yang dilakukan oleh para wanita, niscaya beliau akan melarang mereka untuk mendatangi masjid sebagaimana para wanita Bani Israil yang juga dilarang." Yahya bin Sa'id berkata, "Aku bertanya kepada 'Amrah, "Apakah para wanita Bani Israil dilarang mendatangi masjid?" dia menjawab, "Ya."
Berwudhu’ bagi yang menyentuh alquran
419. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abdullah bin Abu Bakr bin Hazm bahwa di antara isi surat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang beliau tulis untuk 'Amru bin Hazm adalah: "Tidak ada yang boleh menyentuh al Qur'an kecuali yang telah bersuci."
Rukhsah membaca alquran dengan tanpa berwudhu
420. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ayyub bin Abu Tamimah As Sakhtiyani dari Muhammad bin Sirin, bahwa suatu ketika Umar bin Khatthab berada di antara orang-orang yang sedang membaca Al Qur'an. Lalu ia pergi untuk buang hajat, setelah selesai ia kembali dan langsung membaca Qur'an. Lantas ada seorang laki-laki yang bertanya padanya; "Wahai Amirul Mukminin, apakah engkau membaca Qur'an tanpa berwudlu terlebih dahulu?" Umar menjawab, "Siapa yang memberi fatwa semacam ini! apakah Musailamah?"
Pengelompokan (hizib) alquran
421. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Daud bin Al Hushain dari Al A'raj dari Abdurrahman bin Abdu Al Qari bahwa Umar bin Khatthab berkata, "Barangsiapa terlewatkan (zikir) pada waktu malam, lalu dia membacanya saat matahari telah tergelincir hingga shalat zhuhur, maka dia tidak kehilangan waktu malamnya, atau seakan-akan dia telah mendapatinya."
422. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Said bahwa dia berkata, "Aku dan Muhammad bin Yahya bin Habban sedang duduk-duduk. Muhammad kemudian memanggil seorang laki-laki seraya berkata, "Kabarkanlah kepadaku apa yang telah kamu dengar dari bapakmu." Laki-laki itu lalu berkata, " Bapakku mengabarkan kepadaku, bahwa ia pernah mendatangi Zaid bin Tsabit dan berkata kepadanya, "Menurutmu bagaimana tentang menghatamkan bacaan Al-Qur'an dalam tujuh hari?" Zaid menjawab, "Baik, tetapi menghatamkannya dalam setengah bulan atau sepuluh hari lebih aku sukai. Tanyakan kepadaku kenapa hal itu." Bapakku berkata, "Aku bertanya kepada anda?" Zaid berkata, "Agar aku dapat mengambil pelajaran dan mengetahuinya."
Al quran
423. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari Urwah bin Az Zubair dari Abdurrahman bin Abdu Al Qari ia berkata; Aku mendengar Umar bin Khatthab berkata, "Aku mendengar Hisyam bin Hakim bin Hizam membaca Surat Al Furqan dengan bacaan yang berbeda dengan yang biasanya aku baca, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membacakan kepadaku. Maka hampir saja aku tergesa-gesa memarahinya, namun aku biarkan hingga dia selesai. Aku tarik surbannya dan aku bawa menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Aku katakan kepada beliau, "Wahai Rasulullah, aku mendengar orang ini membaca Surat Al Furqan tidak sebagaimana yang engkau bacakan untukku! " Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bawa dia kepadaku! " Kemudian beliau bersabda: "Bacalah, Wahai Hisyam." Hisyam membacanya sebagaimana yang aku dengar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seperti inilah surat ini diturunkan, " Kemudian beliau berkata padaku: "Bacalah." Akupun membacanya, lalu beliau bersabda: "Seperti ini juga surat ini diturunkan. Sesungguhnya Qur'an itu diturunkan dalam tujuh bahasa (cara membaca), bacalah apa yang mudah bagimu."
424. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' dari Abdullah bin 'Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaan orang yang selalu membaca Qur'an adalah seperti seorang pemilik unta yang terikat kencang dengan tali. Jika dia mengikatnya maka dia bisa memegangnya. Jika dia melepaskannya maka unta itupun akan pergi."
425. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa Al Harits bin Hisyam pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Bagaimanakah wahyu turun kepadamu?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Kadang-kadang wahyu turun kepadaku seperti dentingan lonceng, dan ini adalah yang terberat bagiku. Terkadang aku menghapal apa yang (Malaikat) katakan. Terkadang Malaikat menyerupai seseorang dan menyampaikan wahyu itu kepadaku, lalu aku memperhatikan apa yang dia katakan." Aisyah berkata, "Aku pernah menyaksikan wahyu turun padanya pada hari yang sangat dingin, namun beliau tidak merasa kedinginan. Bahkan dari dahi beliau mengeluarkan keringat."
426. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya Bahwasanya ia berkata, "Surat 'ABASA WA TAWALLA turun berkenaan dengan Abdullah bin Ummi Maktum. Ia datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Muhammad, ajarkanlah kepadaku tentang agamaku." Sementara di dekat beliau terdapat beberapa pembesar Quraisy. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pun tidak menghiraukannya, dan bahkan berpaling pada yang lain." Beliau bertanya, 'Wahai Abu fulan, apa pendapatmu tentang apa yang barusan aku katakan." Orang itu pun menyahut, "Tidak, demi darah, tidak apa-apa." Maka turunlah: '(Dia (Muhammad) bermuka masam dab berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya) ' (Qs. Abasa: 1-2) .
427. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Zaid bin Aslam dari Bapaknya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berada dalam salah satu perjalanannya, dan Umar bin Khattab bersama beliau pada malam hari itu. Umar bertanya kepada beliau tentang suatu hal, namun beliau tidak menjawabnya. Dia bertanya lagi, namun beliau tetap tidak menjawab. Dia bertanya lagi, namun beliau tetap tidak menjawab. 'Umar pun berkata, "Celaka engkau wahai Umar! Engkau telah memaksa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tiga kali, namun semuanya itu tidak ada yang dijawabnya." 'Umar berkata, "Aku gerakkan untaku, sampai ketika aku di hadapan orang-orang, aku khawatir jika turun padaku Al qur'an. Dan tidak berapa lama, aku mendengar orang yang berteriak ke arahku." 'Umar berkata, "Aku berkata, "Aku khawatir jika ada ayat yang turun kepadaku." 'Umar berkata lagi, "Aku lalu mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan mengucapkan salam kepadanya. Beliau bersabda: 'Telah turun padaku tadi malam satu surat, yang lebih aku cintai daripada terbitnya matahari." Kemudian beliau membaca: "'INNAA FATAHNAA LAKA FATHAN MUBIINA (Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada kamu kemenangan yang nyata." (Qs. Al Fath: 1) .
428. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Said dari Muhammad bin Ibrahim bin Al Harits At Taimi dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Sa'id dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Akan keluar dari kalian suatu kaum, yang shalat kalian tidak ada apa-apanya dibanding shalat mereka. Juga puasa kalian dibanding puasa mereka. Amalan kalian dibanding amalan mereka. Mereka membaca Qur'an, namun bacaannya tidak melampaui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama ini sebagaimana anak panah yang melesat dari busurnya. Kamu melihat ke ujung anak panahnya namun kamu tidak melihatnya. Kamu melihat ke busurnya namun kamu tidak melihatnya. Kamu lihat ke pangkal anak panah dan kamu tidak dapat melihatnya. Kamu saling mendustakan dalam pangkal anak panah." Telah menceritakan kepadaku dari Malik telah sampai kepadanya, bahwa Abdullah bin 'Umar tetap mempelajari surat Al Baqarah selama delapan tahun."
Sujud tilawah
429. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abdullah bin Yazid mantan budak Al Aswad bin Sufyan dari Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah membacakan, "IDZAS SAMAA'UN SYAQQAT (Apabila langit terbelah) '. (Qs.Al Insyiqaaq: 1) kepada mereka, lalu dia sujud karenanya. Setelah selesai, ia kabarkan kepada mereka bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sujud karenanya."
430. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' mantan budak Ibnu 'Umar, bahwa seorang laki-laki penduduk Mesir mengabarkan kepadanya, bahwa Umar bin Khatthab membaca Surat Al Hajj, lalu sujud karenanya dua kali. Lalu ia berkata, "Surat ini diistimewakan dengan dua sujud."
431. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abdullah bin Dinar bahwa dia berkata, "Aku melihat Abdullah bin Umar sujud saat membaca Surat Al Hajj dengan dua kali sujud."
432. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Al A'raj bahwa Umar bin Khatthab membaca surat An-Najm; IDZA HAWA (dalam shalatnya), lalu dia sujud karenanya. Kemudian dia berdiri lagi dan membaca surat yang lain."
433. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya bahwa Umar bin Khatthab pernah membaca salah satu ayat sajadah saat berada di atas mimbar pada shalat Jum'at. Lalu dia turun dan bersujud, hingga orang-orang pun ikut sujud. Kemudian dia membacanya lagi pada shalat Jum'at berikutnya, hingga orang-orang pun bersiap untuk sujud, namun Umar berkata, "Tenanglah, sesungguhnya Allah tidak mewajibkannya pada kita semua, kecuali kita yang menghendaki." Lalu Umar tidak sujud dan melarang orang-orang untuk sujud." Malik berkata, "Imam tidak diharuskan turun dari mimbar ketika membaca ayat sajadah untuk sujud."
Membaca surat al-ikhlash dan al-mulk
434. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abdurrahman bin Abdullah bin Abu Sha'sha'ah dari Bapaknya dari Abu Sa'id Al Khudri, bahwa dia mendengar seseorang membaca 'QUL HUWALLAHU AHAD' (Qs. Al Ikhlash: 1), dan mengulanginya berkali-kali. Saat pagi tiba, ia bergegas menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan mengabarkan hal tersebut kepada beliau. Dan seakan-akan laki-laki itu meremehkan bacaan tersebut. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya, sungguh hal itu menyamai sepertiga Qur'an."
435. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari 'Ubaidullah bin Abdurrahman dari 'Ubaid bin Hunain mantan budak keluarga Zaid bin Khattab, dia berkata; Aku mendengar Abu Hurairah berkata, "Ketika aku bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, terdengarlah seseorang membaca 'QUL HUWALLAHU AHAD'. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda: "Telah wajib." Aku lantas bertanya, "Wahai Rasulullah, apa?" Rasulullah menjawab: "Masuk surga." Abu Hurairah berkata, "Lalu aku berkeinginan menemui orang tersebut dan menyampaikan kabar gembira ini. Tetapi aku tidak mau kehilangan kesempatan makan siang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, hingga aku pun akhirnya lebih mengutamakan makan siang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Setelah itu aku pergi menemui laki-laki (beruntung) itu, namun ternyata ia telah pergi."
436. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Humaid bin Abdurrahman bin Auf bahwa ia mengabarkan kepadanya, bahwa QUL HUWALLAHU AHAD itu menyamai sepertiga Qur'an, dan TABAARAKAL LADZI BIYADIHIL MULKU menjadi hujjah bagi orang yang membacanya."
Dzikir kepada Allah
437. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Sumayya mantan budak Abu Bakar, dari Abu Shalih As Saman dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengucapkan: 'LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI`IN QADIIR' (Tidak ada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dan bagi-Nya pujian. Maha menentukan atas segala sesuatu) ' seratus kali dalam sehari, maka hal itu setara dengan membebaskan seratus budak, ditulis baginya seratus kebaikan, serta dihapus darinya seratus kesalahan dan dilindungi dari setan pada hari itu hingga sore. Tidak ada seorangpun yang membawa sesuatu yang lebih baik darinya kecuali seseorang yang melakukan lebih banyak dari itu."
438. Telah menceritakan kepadaku Malik dari Sumayya mantan budak Abu Bakar Abu Shalih As Saman dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengucapkan, 'SUBHAANALLAHU WA BIHAMDIHI' (Maha Suci Allah dengan pujian-Nya) seratus kali dalam sehari, niscaya akan dihapus seluruh kesalahannya meskipun sebanyak buih di lautan."
439. Telah menceritakan kepadaku Malik dari Abu 'Ubaid mantan budak Sulaiman bin Abdul Malik dari 'Atha bin Yazid Al Laitsi dari Abu Hurairah ia berkata, "Barangsiapa bertasbih setiap kali selesai shalat sebanyak tiga puluh tiga kali, membaca takbir tiga puluh tiga kali, bertahmid tiga puluh tiga kali, dan menggenapinya menjadi seratus dengan bacaan, 'LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI`IN QADIIR' (Tidak ada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dan bagi-Nya pujian. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Maha menentukan atas segala sesuatu) ', maka akan diampuni segala dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan."
440. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Umarah bin Shayyad dari Sa'id bin Musayyab Bahwasanya ia mendengarnya berkata tentang Al Baaqiyaatus Shaalihat, " yang dimaksud dengan itu adalah ucapan seorang hamba, 'ALLAHU AKBAR WA SUBHAANALLAHI WAL HAMDU LILLAHI WA LAA ILAAHA ILLALLAH WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH (Allah Maha Besar, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali milik Allah) '."
441. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ziyad bin Abu Ziyad bahwa dia berkata; Abu Darda berkata, "Maukah kalian aku beritahu sebuah amalan yang lebih baik dan lebih tinggi derajatnya bagi kalian, lebih bersih di sisi Rabb kalian, dan lebih baik dari menyedekahkan emas dan uang. Dan lebih baik dari saat kalian bertemu musuhmu sehingga kalian memenggal kepala mereka dan mereka memenggal kepala kalian?" Mereka menjawab; "Tentu." Abu Darda berkata, "Yaitu dzikir kepada Allah Ta'ala." Ziyad bin Abu Ziyad berkata; Abu Abdurrahman Mu'adz bin Jabal berkata, "Tidak ada satu amalan pun yang dilakukan oleh anak Adam, yang lebih bisa menyelamatkannya dari adzab Allah selain dzikir kepada Allah."
442. Telah menceritakan kepadaku Malik dari Nu'aim bin Abdullah Al Mujmir dari Ali bin Yahya Az Zuraqi dari Bapaknya dari Rifa'ah bin Rafi' bahwa dia berkata, "Suatu hari kami shalat di belakang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat kepalanya dari rukuk dan membaca; SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH, ada seseorang di belakangnya yang membaca; RABBANAA WALAKAL HAMDU, HAMDAN KATSIIRAN THAYYIBAN MUBAARAKAN FIIHI (Rabb kami, bagi-Mu pujian yang banyak dan baik serta diberkati di dalamnya) . Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai shalat, beliau bertanya: "Siapakah yang mengucapkan tadi?" Seorang laki-laki menjawab: "Aku, wahai Rasulullah." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku melihat tiga puluh lebih Malaikat yang bersaing untuk lebih dahulu menulisnya."
443. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap Nabi itu punya sebuah doa yang telah dia panjatkan. Aku hendak menahan doaku agar menjadi syafa'at bagi umatku di akhirat."
444. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Said telah sampai kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdoa dengan mengucapkan "ALLAHUMMA FAALIQAL ISHBAAH WA JAA'ILAL LAILI SAKANAN, WASY SYAMSI WAL QAMARI HUSBAANAN IQDLI 'ANNAI AD DIINA WA AGHNINIA MINAL FAQRI WA AMTI'NIA BISAM'IA WA BASHARAI WA QUWWATIA FI SABIILIKA (Ya Allah, yang menciptakan biji, yang menjadikan malam sebagai waktu istirahat, matahari dan bulan sebagai perhitungan. Tunaikanlah hutangku, dan cukupkanlah dari kefakiran. Jadikanlah dengan pendengaranku dan penglihatanku serta kekuatanku pada jalan-Mu) ."
445. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian berdoa dengan mengatakan: 'ALLAHUMMAGH FIRLII IN SYI'TA ALLAHUMMAR HAMNII IN SYI'TA (Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau mau. Ya Allah, berilah aku rahmat jika Engkau mau), saat menghadapi masalah, karena sesungguhnya tidak ada yang memaksa-Nya) ."
446. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Abu Ubaid mantan budak Ibnu Azhar, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Akan dikabulkan doa salah seorang dari kalian, selama dia tidak tergesa-gesa, ia mengatakan; 'Aku telah berdoa tapi tidak dikabulkan'."
447. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari Abu Abdullah Al Aghar dan dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Rabb Tabaraka Wa Ta'ala turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: 'Barangsiapa memohon kepada-Ku, niscaya akan aku penuhi, barangsiapa meminta kepada-Ku niscaya akan aku beri, dan barangsiapa memohon ampunan kepada-Ku niscaya akan aku ampuni."
448. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Said dari Muhammad bin Ibrahim bin Al Harits At Taimi bahwa Aisyah Ummul Mukminin berkata, "Tatkala aku tidur di samping Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, aku merasa kehilangan beliau. Aku mencoba mencarinya dengan tanganku, sehingga tanganku memegang kedua kaki beliau yang sedang sujud. Beliau mengucapkan: 'A'UUDZU BIRIDLAAKA MIN SAKHATIKA, WA BI MU'AAFATIKA MIN 'UQUUBATIKA, WA BIKA MINKA, LAA UHSHI TSANAA`AN 'ALAIKA ANTA KAMAA ATSNAITA 'ALAA NAFSIKA (Aku berlindung dengan ridla-Mu dari kemurkaan-Mu. Dari maaf-Mu dan hukuman-Mu, dengan-Mu dan dari-Mu, aku tidak menghitung pujian atas Mu sebagaimana Engkau puji atas diri-Mu) "
449. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ziyad bin Abu Ziyad dari Thalhah bin 'Ubaidullah bin Kariz, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah. Sebaik-baik yang pernah aku baca dan juga nabi-nabi sebelumku adalah: 'LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAH' (Tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya) ".
450. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Az Zubair Al Maki dari Thawus Al Yamani dari Abdullah bin 'Abbas, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan mereka doa ini sebagaimana mengajarkan surat al Qur'an, beliau membaca: "ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MIN 'ADZAABI JAHANNAMA WA A'UUDZU BIKA MIN 'ADZAABIL QABRI WA A'UUDZU BIKA MIN FITNATIL MASIIHID DAJJAL WA A'UUDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAATI (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan-Mu dari siksa Jahannam, aku berlindung dengan-Mu dari siksa kubur, aku berlindung dengan-Mu dari fitnah Dajjal dan aku berlindung dengan-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian) "
451. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Az Zubair Al Maki dari Thawus Al Yamani dari Abdullah bin 'Abbas, bahwa jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hendak melakukan shalat di tengah malam, beliau membaca; "Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi, bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi dan seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau tuhan yang menguasai langit dan bumi, bagi-Mu segala puji. Bagi-Mu kerajaan langit dan bumi. Engkau benar, perkataan-Mu, janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, syurga adalah benar (ada), neraka adalah benar (ada), kejadian Hari Kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu aku menyerah, kepada-Mu aku beriman, kalian-Mu bertawakkal, kepada-Mu aku kembali, dengan pertolongan-Mu aku berdebat (dengan orang-orang kafir), kepada-Mu aku menjatuhkan hukum. Maka dari itu, ampunilah dosaku yang telah lewat atau yang akan datang, yang aku sembunyikan atau tidak, Engkau adalah tuhanku tiada yang patut disembah kecuali engkau."
452. Telah menceritakan kepadaku Malik dari Abdullah bin Abdullah bin Jabir bin 'Atik bahwa dia berkata, " Abdullah bin Umar mendatangi kami di Bani Mu'awiyah, salah satu desa orang Anshar. Dia bertanya, "Apakah kalian tahu di sebelah mana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat di masjid kalian ini?" Aku menjawab, "Ya." Lalu aku tunjukkan kepadanya pada salah satu sisi masjid. Dia bertanya lagi; "Apakah kamu tahu tiga hal yang Rasul minta dalam doanya?" Aku lalu menjawab; "Ya." Ibnu Umar berkata, "Kabarkanlah itu kepadaku?" Aku berkata, "Beliau berdoa agar umat ini tidak hancur oleh musuh dari luar. Meminta agar umat ini tidak hancur ditelan masa, dan Allah pun mengabulkan keduanya. Lalu beliau meminta agar umat ini tidak terpecah belah, namun ini tidak dikabulkan." Ibnu Umar berkata, "Kamu benar." Ibnu Umar berkata lagi, "Petaka ini akan tetap berlanjut hingga Hari Kiamat."
453. Telah menceritakan kepadaku Malik dari Zaid bin Aslam bahwa dia berkata, "Tidak seorangpun yang berdoa kecuali berada dalam salah satu dari tiga keadaan; dikabulkan, atau ditangguhkan, atau akan dihapuskan (kesalahannya) ."
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam masalah berdoa
454. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abdullah bin Dinar berkata, " Abdullah bin Umar melihatku sedang berdoa dengan mengacungkan kedua jari dari kedua tanganku masing-masing satu jari, lalu dia melarangku."
455. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Said bahwa Sa'id bin Musayyib berkata, "Seseorang itu terangkat dengan doa anaknya setelah kematiannya." Ia mengatakan dengan mengangkat kedua tangannya ke langit."
456. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya bahwa dia berkata, "Diturunkannya ayat ini: '(dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu) ' (Qs. Al Israa`: 110) berkenaan dengan masalah doa."
Larangan shalat sesudah subuh dan sesudah ashar
457. Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Zaid bin Aslam dari 'Atha bin Yasar dari Abdullah bin Ash Shunabihi, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Matahari itu terbit bersama dengan tanduk setan. Jika sudah mulai naik, maka tanduk itu terpisah darinya. Jika tepat di atas kepala, tanduk itu mendampinginya lagi. Jika telah tergelincir, tanduk itu menjauhinya. Jika sudah menjelang tenggelam, tanduk itu mendatanginya kembali. Jika telah tenggelam, tanduk itu meninggalkannya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang shalat pada waktu-waktu tersebut."
458. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya bahwa dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika sudah mulai tampak bayangan matahari, maka akhirkanlah shalat sampai benar-benar muncul. Jika sudah mulai menghilang cahaya bayangan matahari, maka tundalah shalat sampai benar-benar hilang."
459. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Al 'Ala` bin Abdurrahman berkata, "Kami menemui Anas bin Malik setelah zhuhur. Saat itu ia sedang berdiri melakukan shalat ashar. Setelah selesai shalat, kami bertanya tentang pemajuan shalat, atau ia yang menyatakan sendiri. Anas berkata, 'Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Itu adalah shalatnya orang munafik, itu adalah shalatnya orang munafik, itu adalah shalatnya orang munafik. Seseorang dari kalian duduk-duduk hingga jika cahaya matahari sudah mulai menguning, yaitu saat berada di antara dua tanduk setan atau di atas tanduk setan, lalu dia mematuk empat kali. Dia tidak mengingat Allah kecuali sedikit"."
460. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian menepatkan shalat pada saat matahari terbit maupun tenggelam."
461. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Muhammad bin Yahya bin Habban dari Al A'raj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang melakukan shalat setelah asar hingga matahari tenggelam, dan melarang shalat setelah subuh hingga matahari terbit."
462. Telah menceritakan kepadaku Malik dari Abdullah bin Dinar dari Abdullah bin Umar bahwa Umar bin Khatthab berkata, "Janganlah kalian melakukan shalat pada saat matahari terbit maupun tenggelam. Sesungguhnya setan itu menampakkan kedua tanduknya bersamaan dengan terbitnya matahari dan meninggalkannya bersamaan dengan tenggelamnya. Dan setan selalu membuat bingung manusia yang sedang shalat."
463. Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Ibnu Syihab dari As Sa`ib bin Yazid, bahwa dia melihat Umar bin Khatthab memukul Al Munkadir karena shalat setelah shalat ashar."